
Nismedia.id - Lionel Messi kembali menjadi bintang utama MLS 2026 saat Inter Miami berhasil meraih kemenangan penting dalam laga tandang melawan Atlanta United pada Minggu, 18 Oktober 2026. Pemain asal Argentina itu tampil luar biasa dengan mencetak dua gol sekaligus atau brace yang membawa timnya pulang dengan tiga poin penuh.
Kedua gol Lionel Messi di laga ini membuat semua orang kembali takjub melihat kualitas yang masih ditunjukkannya meski usianya sudah tidak lagi muda. Penampilan gemilangnya tak hanya mengamankan kemenangan bagi tim, tetapi juga memancing reaksi hangat dari rekan setimnya, Casemiro.
Dalam sesi wawancara setelah pertandingan, wartawan langsung menanyakan percakapan apa yang terjadi antara Casemiro dan Messi tepat setelah pemain nomor 10 itu mencetak gol keduanya. Casemiro tertawa terbahak-bahak sebelum mulai menceritakan detik-detik yang ia alami.
Ia mengaku masih berusaha memahami bagaimana cara Messi mencetak gol pertamanya, lalu tak lama berselang pemain itu kembali membobol gawang lawan. Menurut laporan resmi, disebutkan bahwa dirinya masih mencoba memahami gol beruntun yang dicetak Lionel Messi.
“Jujur, aku masih berusaha memahami gol pertamanya, dan beberapa menit kemudian dia mencetak gol lagi serta membuat semua orang bertanya-tanya apakah pria ini benar-benar berusia 39 tahun seperti yang ia nyatakan. Aku harus berlari secepat mungkin hanya untuk ikut merayakannya bersamanya,” katanya.
Casemiro kemudian menuturkan apa saja yang diucapkan oleh Messi kepadanya saat mereka berpelukan di lapangan.
“Dia menatapku dan berkata, ‘Hei, Case, belakangan ini pertahananmu sudah sangat kokoh. Cara kamu membantu mengatur pertahanan kami sungguh luar biasa.’ Lalu dia berterima kasih kepadaku, dan jujur, itu sangat berarti bagiku. Datangnya dari Leo, kata-kata itu memiliki bobot yang berbeda,” ujar Casemiro dengan nada tulus.
Saat ditanya apa jawabannya kepada kapten tim tersebut, Casemiro kembali tertawa lepas. Ia menceritakan dengan penuh semangat dan berlebihan namun tulus itu ternyata membuat Messi terharu dan tak percaya.
“Jangan khawatir, Leo. Aku akan pergi ke neraka sekalian untuk membela kamu! Dia menatapku seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja kukatakan, lalu seketika itu juga ia memelukku dengan erat. Itu adalah momen yang sangat indah,” imbuhnya.
Casemiro juga tak lupa mengenang masa-masa sulit saat dirinya masih harus berhadapan dengan Lionel Messi di lapangan hijau. Dimana dia harus melawan performa luar biasa sang megabintang.
“Orang-orang terkadang lupa betapa sulitnya aku pernah alami saat bermain melawan pria ini. Aku menghabiskan bertahun-tahun berusaha menghentikannya, mempersiapkan diri untuk pertandingan dengan tahu bahwa ia bisa menentukan segalanya dalam sekejap mata,” ungkap pemain asal Brasil itu.
Perubahan status dari lawan menjadi rekan setim memberikan perspektif baru bagi Casemiro dalam melihat sosok Lionel Messi.
“Kini, aku akhirnya memiliki kesempatan untuk berdiri di sampingnya, bukan lagi berusaha menghentikannya. Jujur, aku melihat hal ini sebagai sebuah kehormatan. Bermain berdampingan dengan Messi adalah sesuatu yang istimewa,” tambahnya.
Semakin lama ia bekerja sama dengan Lionel Messi, semakin ia memahami mengapa pemain tersebut begitu dielu-elukan di seluruh dunia. Kombinasi antara ketajaman Messi dan ketangguhan Casemiro memberikan dampak yang sangat positif bagi tim.
“Semakin banyak waktu yang kau habiskan bersamanya, semakin kau mengerti mengapa orang-orang berbicara tentang dirinya dengan penuh kekaguman. Bagiku, dia adalah pemain terhebat yang pernah dimiliki dunia sepak bola,” tegas Casemiro tanpa ragu sedikit pun.
Sumber: bigmoh jr






