
Nismedia.id - Kekalahan 3-2 dari Persita Tangerang pada pekan kelima Super League 2026-2027 resmi menghentikan rekor positif Persija Jakarta. Pertandingan yang berlangsung di Banten International Stadium (BIS), Serang, Banten tersebut diwarnai dinamika sengit serta insiden yang mengganggu jalannya laga. Hasil ini sekaligus memutus catatan empat kemenangan beruntun yang sebelumnya berhasil diraih oleh tim berjuluk Macan Kemayoran.
Pelatih kepala Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), menilai bahwa kegagalan mengamankan poin penuh disebabkan oleh kokohnya benteng pertahanan lawan. Selain itu, rentetan gangguan situasi di luar lapangan turut memecah konsentrasi para pemain sepanjang pertandingan. Meskipun menelan hasil minor, posisi klub di puncak klasemen sementara sejauh ini masih belum tergeser.
Kerusuhan Suporter Buyarkan Konsentrasi Persija Jakarta
Jalannya laga sengit tersebut sempat terhenti akibat situasi yang kurang kondusif di area tribun penonton. Gesekan antarsuporter memaksa pihak penyelenggara menunda dimulainya babak kedua hingga selama 30 menit. Penundaan berdurasi cukup lama ini dinilai merusak ritme permainan serta memengaruhi fokus bertanding para penggawa di lapangan.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada performa kapten tim sekaligus penggawa Timnas Indonesia, Rizky Ridho, bersama rekan-rekannya yang sedang berjuang maksimal di lini belakang. Pertahanan tim yang biasanya tampil solid mendadak goyah akibat tekanan atmosfer pertandingan serta interupsi laga. Situasi tak terduga itu pun dimanfaatkan dengan baik oleh kubu tuan rumah untuk mencuri keunggulan.
Juru taktik asal Korea Selatan tersebut mengakui bahwa kendala di lapangan sangat memengaruhi performa anak asuhnya. “Menurut saya, salah satu penyebab kekalahan kami adalah ketidakmampuan menembus pertahanan lawan. Selain itu, ada beberapa situasi selama pertandingan yang membuat jalannya laga terganggu. Hal tersebut tentu kurang baik,” kata Shin Tae-yong usai laga.
Apresiasi Shin Tae-yong Untuk Perjuangan Persita Tangerang
Terlepas dari insiden gangguan di tribun penonton, juru taktik berpengalaman itu tetap menyampaikan apresiasi tinggi atas performa tim lawan. Tuan rumah dinilai tampil sangat disiplin dan mampu mengeksekusi strategi permainan dengan amat efektif. Kerja keras serta determinasi tinggi yang ditunjukkan kubu tuan rumah membuat usaha tim tamu untuk mencetak gol balasan selalu menemui jalan buntu.
Eks pelatih skuad Merah Putih itu secara sportif mengakui keunggulan lawan dan menyampaikan ucapan selamat atas raihan tiga poin tersebut. “Namun, sekali lagi, saya menilai para pemain Persita telah berjuang lebih keras dan bermain lebih baik daripada kami. Selamat kepada Persita atas kemenangan ini,” tutup STY.
Kekalahan ini sejatinya tidak mengubah posisi puncak klasemen Super League 2026-2027 yang masih ditempati oleh Macan Kemayoran dengan koleksi 12 poin. Sementara itu, tambahan tiga poin berharga mengantarkan Pendekar Cisadane melesat ke peringkat ketiga dengan raihan 11 poin. Hasil positif tersebut memperpanjang tren belum terkalahkan bagi tim tuan rumah dalam lima pertandingan awal musim ini.
Sumber: Okezone






