Ousmane Dembele Jadi Pahlawan PSG, Ancaman Berat Mengintai Barcelona

Ousmane Dembele Jadi Pahlawan PSG, Ancaman Berat Mengintai Barcelona
Potret Ousmane Dembele yang jadi ancaman berat Barcelona (Instagram: @psg)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pelatih Manchester City, Enzo Maresca kembali memicu perdebatan panas mengenai keunggulan yang dimiliki Paris Saint-Germain (PSG) dalam perburuan gelar UCL. Pelatih asal Italia itu menyindir bahwa Luis Enrique seolah memiliki keuntungan besar karena dapat mengistirahatkan para pemain terbaiknya, termasuk Ousmane Dembele.

Di balik pernyataan tersebut terdapat maksud yang cukup jelas. Mantan pelatih Chelsea itu secara terbuka menegaskan bahwa tingkat kompetisi Ligue 1 jelas berada di bawah Premier League, dan hal ini sangat menguntungkan PSG. Klub asal ibu kota Prancis itu telah dua kali berturut-turut meraih gelar juara Liga Champions tanpa kehilangan dominasi mereka di liga domestik.

Contoh paling nyata dari strategi rotasi yang diterapkan Luis Enrique di awal musim ini adalah Ousmane Dembele. Pemain yang baru saja meraih gelar Pemain Terbaik versi Ballon d’Or Prancis itu memang sengaja diberi waktu istirahat agar tidak kelelahan sebelum menghadapi laga-laga krusial di kompetisi Eropa.

Pemain asal Prancis tersebut mencatatkan total 140 menit bermain di dua pertandingan Liga Champions, atau rata-rata 70 menit per laga. Sementara di Ligue 1, ia hanya bermain 238 menit dari lima pertandingan, rata-rata kurang dari 48 menit setiap kali bertanding.

Distribusi menit bermain Dembélé di Ligue 1 terbilang sangat terbatas: melawan Rennes ia bermain 45 menit, Monaco hanya 22 menit, Brest 65 menit, Marseille 78 menit, dan Strasbourg 27 menit. Total 238 menit dari kemungkinan 630 menit bermain berarti ia hanya turun di lapangan selama 37,8 persen dari seluruh waktu pertandingan yang tersedia di liga domestik. Angka ini memperkuat dugaan bahwa ia memang sengaja diatur agar tetap segar saat tampil di Eropa.

Luis Enrique bahkan tidak memasukkan Dembélé ke dalam skuad saat menghadapi Le Mans pasca jeda internasional bulan lalu, meskipun pemain itu tidak mengalami cedera. Keputusan murni untuk istirahat itu diambil setelah Dembélé menghabiskan 172 menit bermain bersama timnas Prancis dalam tiga pertandingan. Manajemen beban pemain menjadi prioritas utama pelatih asal Spanyol itu, dan sejauh ini strategi tersebut terbilang efektif.

Sebagai perbandingan, situasi di klub besar lain terlihat sangat kontras dengan apa yang terjadi di PSG. Pemain andalan Manchester City, Erling Haaland, tampil hampir setiap menit di Premier League musim ini, yaitu 620 dari 630 menit atau setara 98,4 persen. Pemain kunci lain seperti Rúben Dias, Marc Guéhi, dan kiper Gianluigi Donnarumma juga bermain penuh di seluruh pertandingan liga yang telah dijalani.

Di dalam skuad PSG sendiri, kiper Matvey Safonov adalah satu-satunya pemain yang tampil penuh di semua pertandingan Ligue 1. Sementara itu, pemain lain mendapatkan porsi istirahat yang cukup signifikan: Khvicha Kvaratskhelia hanya bermain 377 menit atau 59,8 persen, Nuno Mendes 217 menit atau 34,4 persen, dan Fabián Ruiz 326 menit atau 51,7 persen. Hanya Warren Zaire-Emery dan Vitinha yang lebih sering dimainkan dengan persentase di atas 75 persen.

Pola pengelolaan waktu bermain ini tidak luput dari perhatian klub-klub pesaing di tingkat Eropa. Barcelona yang akan menjadi lawan berikutnya PSG pun menyadari bahwa mereka harus tampil dengan kondisi fisik terbaik setiap akhir pekan di La Liga, sementara lawannya dari Prancis bisa lebih santai.

Jika melihat data dari sisi Barcelona, Lamine Yamal dan Raphinha justru bermain jauh lebih banyak di La Liga dibandingkan Dembele di Ligue 1. Hal ini tentu memengaruhi kondisi fisik mereka saat menghadapi PSG di pertandingan yang sangat bergengsi tersebut. Hansi Flick harus memutar otak agar para pemain kuncinya tetap tajam meskipun beban pertandingan di liga domestik tidak bisa diringankan begitu saja.

Saat ini, PSG sedang berjuang mempertahankan posisi puncak klasemen Ligue 1 di bawah tekanan dari Monaco. Meski demikian, perhatian publik perlahan beralih ke pertandingan besar melawan Barcelona yang diprediksi akan menjadi salah satu laga paling seru di fase grup musim ini. Luis Enrique tentu berharap rotasi pemain yang telah ia susun dengan matang akan kembali berbuah manis di pertandingan yang paling ditunggu ini.

Sumber: Sport

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *