
Nismedia.id - Laga perdana AFC Challenge League berakhir manis setelah Borneo FC tersebut sukses menundukkan wakil Myanmar, Yangon United, dengan skor 2-0 pada matchday pertama Grup D. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu (18/10/2026) malam WIB tersebut memperlihatkan dominasi penuh tuan rumah sepanjang laga. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan tim berjuluk Pesut Etam mengamankan posisi puncak klasemen sementara.
Anak asuh pelatih kepala Mauro Jeronimo tampil percaya diri di hadapan publik sendiri untuk mengamankan tiga poin berharga di panggung internasional. Dua gol kemenangan Merah Putih masing-masing dicetak oleh Iago Pereira Mendonca pada menit ke-53 dan pemain pengganti Moussa Diarra pada menit ke-81. Hasil positif ini menjadi modal berharga bagi klub asal Kalimantan tersebut untuk melangkah lebih jauh dalam ajang AFC Challenge League 2026/2027.
Jalannya Babak Pertama
Mengawali paruh pertama, Yangon United yang tampil mengenakan jersey serba putih sempat mencoba mengambil inisiatif serangan lebih awal. Namun, tuan rumah yang dimotori oleh gelandang Juan Villa dengan cepat merespons dan mengambil alih kendali permainan lewat variasi umpan terukur. Peluang pertama didapatkan melalui tandukan Christian Lima Da Silva dari situasi sepak pojok, meski arah bola masih melambung tipis di atas mistar gawang lawan.
Tekanan bertubi-tubi terus dilancarkan oleh barisan depan tuan rumah demi membongkar benteng pertahanan rapat yang dibangun oleh tim tamu. Pergerakan cepat penyerang Hugo Samir dari sektor sayap kanan berulang kali menciptakan celah di area pertahanan lawan, namun penyelesaian akhir belum membuahkan hasil. Tim tamu yang mengandalkan skema direct pass tampak kesulitan menembus garis pertahanan solid yang digalang oleh barisan belakang tuan rumah.
Mendekati akhir babak pertama, Yangon United sempat menebar ancaman melalui aksi individu Albert Robert Korvah serta tembakan menyusur tanah dari Than Paing. Kendati demikian, penjaga gawang Kadu Monteiro tampil sangat sigap mengamankan gawangnya dari kebobolan. Peluang emas menutup paruh pertama didapatkan Arthur Moura, tetapi sepakannya masih melayang tinggi sehingga skor kacamata bertahan hingga jeda turun minum.
Jalannya Babak Kedua Dan Kunci Kemenangan
Memasuki babak kedua, skuad Pesut Etam langsung meningkatkan intensitas serangan untuk mendobrak pertahanan lawan secara agresif. Keputusan pelatih memasukkan Kablan N’Goma menjadi pembeda dalam menciptakan variasi serangan dari sektor sayap. Hasil manis akhirnya tercipta pada menit ke-53 setelah sontekan Iago Pereira Mendonca yang memanfaatkan umpan sepak pojok akurat N’Goma sukses mengoyak gawang lawan.
Tertinggal satu gol memaksa Yangon United mencoba keluar dari tekanan untuk mengejar ketertinggalan angka di papan skor. Namun, koordinasi antarlini yang sangat disiplin dari para penggawa Merah Putih membuat serangan lawan selalu patah sebelum masuk ke area berbahaya. Pertandingan sempat terhenti sejenak ketika Arthur Moura mengalami cedera usai berbenturan keras dan harus digantikan oleh Moussa Diarra.
Pergantian pemain tersebut terbukti sangat efektif karena Diarra langsung mencatatkan namanya di papan skor lewat sentuhan pertamanya pada menit ke-81. Menerima umpan terukur dari Juan Villa, sepakan dingin Diarra sukses mengunci keunggulan tuan rumah menjadi 2-0 hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini menempatkan klub kebanggaan warga Samarinda tersebut kokoh di puncak klasemen sementara Grup D dengan koleksi tiga poin.
Sumber: TribunKaltim.co






