Javier Tebas Tanggapi Protes Suporter Real Madrid di Bernabeu

Javier Tebas Tanggapi Protes Suporter Real Madrid di Bernabeu
Potret Javier Tebas yang serang balik suporter Real Madrid (Twitter: @javier.tebas)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Suara kemarahan menggema keras di Stadion Santiago Bernabeu pada 19 Oktober dini hari WIB. Ribuan suporter Real Madrid menyatukan suara mereka untuk melontarkan protes terbuka terhadap ketidakadilan yang mereka yakini sedang terjadi di dunia sepak bola Spanyol.

Sebuah spanduk raksasa terbentang jelas di hadapan ribuan penonton. Tulisannya singkat namun tajam berbunyi ‘Ini bukan sepak bola, ini adalah Tebas dan Negreira’. Pesan ini langsung menjadi pusat perhatian dan dengan cepat menyebar ke seluruh media sosial serta berita olahraga di seluruh dunia.

Protes tidak berhenti pada spanduk saja. Para suporter meneriakkan berbagai seruan yang meminta pertanggungjawaban para pemimpin sepak bola Real Madrid. Nyanyian protes terdengar berulang-ulang hingga menggema di Bernabeu

“Tebas, pergi sekarang juga!” dan “Javier Tebas, mundur dari jabatanmu!”

“Laporta masih terus membayar!” serta “Ada korupsi di Federasi!”

“Negreira masih terus menjadi wasit!”

“Tebas, jauhkan tanganmu dari Real Madrid!”

Situasi ini kemudian memancing tanggapan langsung dari Presiden La Liga, Javier Tebas melalui akun Twitter resminya pada 19 Oktober 2026 dini hari WIB. Tebas menyampaikan pandangannya secara rinci dan menanggapi protes tersebut dengan argumen yang cukup panjang dan berisi tuduhan balik terhadap pihak Real Madrid.

“Hanya dua hari diperlukan agar fakta-fakta mulai membenarkan pendapat saya,” buka Tebas dalam ciutannya.

Ia kemudian menunjuk pernyataan Real Madrid pada 16 Oktober yang menyembunyikan diri di balik pendapat jurnalis luar, namun kemudian menggunakan narasi tersebut di tribun penonton. Tebas juga menegaskan bahwa pihaknya telah meminta Real Madrid untuk membantah perbandingan dengan kasus Negreira serta mempublikasikan semua permintaan perubahan jadwal pertandingan.

“Seluruh neraca, termasuk permintaan yang diterima yang merusak narasi penganiayaan,” tegasnya.

Ia kemudian menyoroti kesesuaian pesan di tribun dengan apa yang sebelumnya telah disampaikan oleh jurnalis yang dikaitkan dengan arahan klub. Javier Tebas memperingatkan bahwa menempatkan individu sebagai sasaran kemarahan ribuan suporter adalah tindakan yang sangat serius.

“Apakah mereka juga akan menjelaskannya sebagai opini di luar klub?” tanyanya meragukan.

Ia juga menuduh pihak Real Madrid memanipulasi liputan media internasional seolah-olah berita tersebut merupakan dukungan terhadap tuntutan mereka yang memupuk permusuhan kepadanya. Lebih lanjut, dirinya juga menyadari konsekuensi atas jabatan yang ia jalani.

“Menunjuk, mendiskreditkan, dan memupuk permusuhan itu adalah ketidakbertanggungjawaban yang sangat besar. Para pemimpin memiliki kewajiban untuk memahami konsekuensi dari pesan-pesan yang mereka promosikan dan amplifikasi,” tegas Tebas.

Menurutnya, pihak klub terus memupuk perasaan dirugikan sambil menghindari menjawab pertanyaan spesifik yang telah diajukan sejak 16 Oktober lalu. Di akhir, dia menantang transparasi manajemen Real Madrid.

“Direksi Real Madrid telah mendarat di ranah manipulasi dan kebohongan, termasuk dalam pernyataan dan publikasi resmi mereka. Mereka bisa terus menuntut pengunduran diri saya. Pertanyaan tentang sumber mereka, tuduhan mereka, dan jadwal pertandingan masih menunggu jawaban,” tutup Javier Tebas.

Sumber: Javier Tebas Medrano

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *