
Nismedia.id - Gelandang asal Belanda, Sem Scheperman, menjadi pusat perhatian publik sepak bola Asia Tenggara setelah aksi prank punya darah Malaysia terungkap ke publik. Pernyataan mengejutkan tersebut menjadi perbincangan hangat usai rekaman podcast yang diunggah oleh akun pencari bakat Harimau Abroad viral di media sosial. Pengakuan dari pemain yang merumput di Eropa ini langsung memicu reaksi keras serta kemarahan dari para pendukung tim nasional berjuluk Harimau Malaya.
Sebelumnya, Scheperman sempat dikabarkan memiliki darah keturunan Malaysia yang berasal dari garis keturunan sang nenek. Namun, melalui laporan media Malaysia, Stadiumastro, serta pernyataan resmi akun Harimau Abroad di platform X pada Sabtu (17/10/2026), pemain tersebut mengonfirmasi bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki silsilah keluarga dari negara tetangga tersebut. Pengakuan ini sekaligus memupuskan harapan penggemar yang sempat mengidamkan kehadirannya untuk memperkuat tim nasional mereka.
Reaksi Keras Fans Dan Isu Sem Scheperman Prank Soal Darah Malaysia
Reaksi kekecewaan mendalam bermunculan dari berbagai komunitas pendukung sepak bola Malaysia di jejaring media sosial. Salah satu kritik tajam disampaikan oleh akun Instagram Diaspora Ballers yang menilai bahwa isu silsilah asal-usul keluarga bukanlah hal pantas untuk dijadikan bahan lelucon. Komunitas tersebut menegaskan bahwa identitas keturunan memiliki nilai kehormatan yang sangat tinggi bagi setiap atlet yang diproyeksikan membela panji negara.
Pihak Diaspora Ballers menuntut sang pemain untuk segera menyampaikan klarifikasi resmi serta permohonan maaf secara terbuka kepada publik Malaysia. “Kami berharap hal seperti ini tidak terulang karena pernyataan tersebut dapat menyakiti dan tidak menghormati Malaysia serta rakyatnya. Kami juga berharap Sem Scheperman mempertimbangkan untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan mengklarifikasi ucapannya,” tulis pengelola akun tersebut dalam unggahannya.
Ketegangan akibat candaan ini terasa kian memuncak karena hingga saat ini belum ada tindakan balasan atau pernyataan resmi dari pihak sang pemain. Sikap diam tersebut dinilai semakin memicu gelombang kekecewaan di kalangan pendukung yang merasa dipermainkan oleh klaim palsu tersebut. Para penggemar berharap federasi dan para pemandu bakat lebih berhati-hati dalam memverifikasi latar belakang para pemain bidikan di masa depan.
Latar Belakang Program Naturalisasi Dan Sanksi Dokumen Malaysia
Nama Scheperman sendiri sebenarnya sudah lama masuk dalam radar perburuan pemain keturunan oleh otoritas sepak bola Malaysia. Pada Februari 2025, Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sempat mengupayakan pendekatan intensif kepada tiga pemain asal Belanda, yaitu Ferdy Druijf, Sem Scheperman, dan Dylan van Wageningen. Langkah berani ini diambil oleh federasi tetangga demi mengikuti jejak kesuksesan Timnas Indonesia yang gencar merekrut pemain keturunan berkualitas demi mengangkat prestasi Skuad Garuda di kancah internasional.
Namun, impian untuk mendaftarkan sang gelandang kini dipastikan gugur menyusul pengakuan jujur dari pemain yang bersangkutan. Kasus lelucon ini juga membuka kembali luka lama terkait kontroversi proses administrasi pemain keturunan yang pernah melanda kompetisi domestik Malaysia. Publik setempat menjadi jauh lebih sensitif terhadap isu naturalisasi akibat rekam jejak kelam yang pernah mencoreng wibawa sepak bola nasional mereka.
Sensitivitas masyarakat sepak bola Malaysia semakin beralasan mengingat pada tahun 2025 lalu federasi dunia, FIFA, pernah menjatuhkan sanksi berat kepada tujuh pemain Harimau Malaya akibat pelanggaran pemalsuan dokumen kewarganegaraan. Insiden kelam tersebut membuat setiap rumor pemain keturunan kini diawasi secara amat ketat oleh publik dan media setempat. Kegagalan proses perekrutan ini sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi federasi dalam memilah informasi serta menjaga marwah tim nasional mereka di panggung internasional.
Sumber: CNN Indonesia






