
Nismedia.id - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) tengah menjajaki peluang untuk membentuk turnamen regional baru bertajuk FIFA Himalaya Cup. Wacana ini mengemuka setelah kesuksesan ajang serupa seperti FIFA Arab Cup dan FIFA ASEAN Cup di kawasan masing-masing. Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam memperluas jangkauan serta pemerataan pembinaan olahraga di tingkat global.
Rencana pembentukan kompetisi antarnegara tersebut disampaikan saat Presiden FIFA, Gianni Infantino, melakukan kunjungan kerja ke Bhutan pada pertengahan Oktober 2026. Pertemuan intensif dengan pengurus federasi lokal membahas peningkatan kualitas kompetisi serta percepatan infrastruktur olahraga. Kehadiran turnamen baru ini diharapkan mampu memberikan panggung kompetitif bagi negara-negara di sekitar wilayah pegunungan.
Daftar Peserta Dan Proyeksi Negara Dalam FIFA Himalaya Cup
Ajang bergengsi ini diproyeksikan akan diikuti oleh delapan negara yang kawasannya dilintasi oleh deretan Pegunungan Himalaya. Satu negara anggota Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) juga masuk dalam daftar calon peserta, yakni Myanmar yang memiliki puncak Hkakabo Razi. Kehadiran perwakilan Asia Tenggara tersebut dinilai akan menambah daya tarik serta warna persaingan di dalam turnamen.
Berdasarkan data yang dihimpun dari media lokal, kompetisi ini dirancang untuk mempererat hubungan antarnegara anggota melalui olahraga. Selain itu, kejuaraan ini ditujukan guna mengasah mental bertanding para pemain di tingkat internasional secara berkelanjutan. Kedelapan negara yang diproyeksikan bakal meramaikan ajang baru ini meliputi:
- Nepal
- India
- China
- Bhutan
- Pakistan
- Afghanistan
- Bangladesh
- Myanmar
Wacana penyelenggaraan turnamen ini sejalan dengan kebijakan perluasan investasi finansial yang terus dikucurkan oleh badan pengatur sepak bola dunia. Peningkatan alokasi dana bantuan secara signifikan diharapkan dapat menyentuh pembinaan usia dini di berbagai pelosok kawasan. Program bantuan tersebut akan disalurkan secara terukur demi menjamin keberlanjutan pembinaan atlet muda.
Dukungan Finansial Dan Komitmen Pembangunan Sepak Bola Akar Rumput
Infantino menegaskan bahwa peningkatan bantuan anggaran menjadi fokus utama kepemimpinannya dalam mendorong kemajuan sepak bola secara merata. FIFA telah meningkatkan jumlah alokasi dana bantuan untuk tiap federasi anggota hingga puluhan juta dolar. Kebijakan ini diambil agar setiap negara memiliki kesempatan yang sama dalam membangun fasilitas olahraga yang memadai.
Pimpinan tertinggi organisasi sepak bola dunia tersebut menyatakan komitmen besarnya terhadap masa depan pembinaan pemain muda. “Saat saya mulai menjabat sebagai presiden FIFA, jumlahnya adalah satu juta setiap empat tahun. Kini angkanya mencapai 25 juta dolar AS setiap empat tahun. Ini merupakan perubahan besar yang akan memberikan dampak nyata bagi anak-anak yang kita lihat di luar sana, karena hal ini membuka berbagai peluang bagi mereka,” ujar Infantino.
Inisiatif pembentukan kompetisi anyar ini disambut hangat oleh Presiden Federasi Sepak Bola Bhutan (BFF), Ugen Tsechup. Ia menilai bantuan serta program kerja sama dari badan sepak bola dunia telah memberikan arah pembangunan yang sangat stabil bagi kemajuan tim nasionalnya. “Federasi Sepak Bola Bhutan telah menempuh perjalanan yang sangat, sangat panjang dengan dukungan dari FIFA. Saat ini, berkat dukungan FIFA, kita telah mencapai titik yang cukup stabil,” tutur Tsechup.
Tsechup menambahkan bahwa proposal yang diajukan akan membantu pembinaan dari tingkat dasar hingga skuad senior. Penguatan program grassroot menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi pemain berbakat di masa depan. “Dan kami telah mengajukan usulan yang akan memungkinkan kita untuk menciptakan arah perkembangan baru. Sebuah langkah yang akan membantu kita meningkatkan kualitas tim nasional serta cara pengembangan tim nasional dan program-program pembinaan sepak bola akar rumput,” kata Tsechup.
Sumber: BolaSport






