
Nismedia.id - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, melayangkan imbauan tegas kepada seluruh pendukung setia Persib Bandung, Bobotoh, untuk selalu menjaga ketertiban. Imbauan tersebut diberikan agar para pendukung dapat mengambil pelajaran dari sanksi berat Persija yang baru saja dijatuhkan oleh Komdis PSSI. Petinggi klub tersebut meminta suporter menahan diri dari segala bentuk aksi anarkis maupun kerusuhan baik saat laga kandang maupun away.
Keputusan tegas Komdis PSSI menghukum tim rival berjuluk Macan Kemayoran dengan denda Rp 90 juta serta larangan kehadiran suporter selama enam laga away di Super League 2026-2027. Hukuman berat itu merupakan buntut dari insiden kerusuhan suporter saat bertandang ke markas Persita Tangerang pada 17 Oktober lalu. Umuh menegaskan bahwa kerusuhan semacam itu hanya akan merugikan semua pihak dan merusak nama baik klub.
Pelajaran Berharga Dari Sanksi Berat Persija Dan Larangan Aksi Pembalasan
Petinggi yang akrab disapa Pak Haji tersebut meminta pendukung Persib untuk tidak mudah terpancing emosi atau melakukan aksi pembalasan di lapangan. Ia berharap seluruh pendukung dapat menjaga kondusivitas stadion demi kelancaran perjalanan tim di kompetisi musim ini. Pembelajaran dari kasus hukum tim tetangga menjadi modal penting agar peristiwa serupa tidak terulang di lingkungan Persib.
Umuh menggarisbawahi pentingnya menjaga sikap saat mendampingi tim kebanggaan di mana pun berada. “Ya, saya imbau kepada semua (Bobotoh), tolong juga tidak boleh ada pembalasan, tidak boleh jadi ada kejadian juga, apalagi di kandang sendiri,” kata Umuh. “Di mana pun Bobotoh Persib biar jangan sampai membuat ulah seperti kejadian suporter Persija,” ucapnya menegaskan.
Ia menambahkan bahwa citra positif yang selama ini melekat pada pendukung Jawa Barat harus terus dipertahankan. Persib sendiri saat ini sedang berada dalam tren performa yang impresif di bawah arahan pelatih Igor Tolic, baik di tingkat domestik maupun kancah Asia. Kerusuhan di tribune penonton dinilai hanya akan merusak reputasi yang telah dibangun dan merugikan perjuangan para pemain.
Ancaman Pengurangan Poin Dan Upaya Menjaga Nama Baik Klub
Selain kerugian finansial dan larangan menonton langsung, Umuh juga menyoroti ancaman hukuman terberat berupa pengurangan poin oleh otoritas sepak bola. Kerugian akibat sanksi nonteknis tersebut dinilai sangat menyakitkan bagi seluruh elemen tim yang sudah bekerja keras di lapangan. Pengorbanan pemain di atas rumput hijau bisa menjadi sia-sia jika raihan poin terancam dicabut akibat ulah oknum penonton.
Petinggi klub tersebut mengingatkan betapa besarnya dampak negatif jika sanksi pemotongan poin sampai dijatuhkan kepada Persib. “Kalau kita nanti ada pemotongan poin itu yang paling sakit. Dapat susah-susah, kita dengan segala cara sudah sampai berkeringat, keringat benar-benar, capeknya luar biasa, dicabut, diambil poin, itu yang paling sakit,” ujar Umuh Muchtar.
Manajemen berharap imbauan ini diindahkan oleh seluruh lapisan Bobotoh agar Persib dapat fokus mengarungi sisa kompetisi dengan tenang. Dukungan positif dari tribune penonton dinilai jauh lebih dibutuhkan oleh pelatih Igor Tolic dan anak asuhnya daripada tindakan emosional yang berisiko. Menjaga nama baik klub menjadi tanggung jawab bersama demi mengawal Persib meraih prestasi tertinggi musim ini.
Sumber: Kompas






