
Nismedia.id - Pasangan ganda putra Indonesia, Imam/Fairuz harus mengakui keunggulan lawan di perebutan medali perunggu Suma Open 2026. Hasil ini membuat mereka menutup perjalanan turnamen dengan peringkat keempat, meskipun sebelumnya berhasil melaju hingga babak semifinal.
Pertandingan semifinal berlangsung pada pukul 07.00 WIB di Centre Court melawan pasangan tuan rumah Kai/Adachi. Imam/Fairuz tampak berusaha keras mengimbangi kecepatan serangan lawan sejak gim pertama. Namun, mereka akhirnya kalah dengan skor 0‑2 (21‑18, 21‑18) dan terjatuh ke jalur perebutan medali perunggu.
Dengan kekalahan di babak semifinal, kesempatan meraih tiket ke babak final pun tertutup bagi pasangan Indonesia tersebut. Mereka kemudian bersiap menghadapi laga penentuan medali perunggu melawan pasangan Howat dan Bennett dari Inggris. Harapan masih ada untuk meraih penghargaan di turnamen kali ini.
Imam/Fairuz kembali tertinggal sejak awal gim pertama laga perebutan perunggu. Mereka kesulitan menembus pertahanan lawan yang tampak lebih stabil dalam pengembalian bola. Akhirnya laga itu berakhir dengan skor 0‑2 (19‑21, 14‑21).
Meskipun hanya menempati peringkat keempat, perjalanan Imam/Fairuz di Suma Open 2026 dinilai cukup positif oleh pengamat bulu tangkis nasional. Mereka berhasil mengalahkan beberapa pasangan berperingkat lebih tinggi di babak penyisihan dan perempat final sebelum bertemu lawan yang lebih tangguh di babak selanjutnya.
Pasangan tuan rumah Kai/Adachi berhasil lolos ke babak final setelah mengalahkan wakil Indonesia tersebut di semifinal. Mereka sedang bertanding memperebutkan medali emas melawan pasangan Australia, Potts/Pearse. Di sisi lain, pasangan Howat/Bennett berhasil mengamankan medali perunggu setelah mengalahkan Imam/Fairuz dengan skor yang cukup meyakinkan.
Sumber: AVC






