Pelatih Rudy Eka Priyambada Evaluasi Finishing FC Bekasi City Women Usai Ditahan Imbang Garudayaksa

Pelatih Rudy Eka Priyambada Evaluasi Finishing FC Bekasi City Women Usai Ditahan Imbang Garudayaksa
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pelatih FC Bekasi City Women, Rudy Eka Priyambada, menyoroti penyelesaian akhir dan kedisiplinan taktik timnya setelah ditahan imbang Garudayaksa Women pada pekan kedua Indonesia Women’s League (IWL) 2026/2027. Berlaga di Indomilk Arena, Minggu (25/10/2026), kedua tim harus puas berbagi angka dengan skor akhir 1-1. Hasil ini membuat FC Bekasi City mengoleksi dua poin dari dua pertandingan, sedangkan Garudayaksa mengamankan poin perdana mereka di kompetisi musim ini.

Garudayaksa FC Women sejatinya unggul terlebih dahulu melalui gol Sri Maharani pada menit ke-56 memanfaatkan umpan matang Marsela Awi. FC Bekasi City Women baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-69 lewat sundulan Rosalia yang memaksimalkan umpan terukur Marin Kai. Meski timnya berjuang maksimal untuk membalikkan keadaan, keunggulan tambahan tak kunjung tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.

Rudy Eka Evaluasi Finishing Dan Kedisiplinan Taktik FC Bekasi City

Rudy Eka Priyambada mengaku kecewa dengan hasil imbang tersebut karena mengincar kemenangan penuh untuk mendongkrak posisi di klasemen. Kendati demikian, mantan pelatih tim nasional itu menilai alur operan serta ketenangan anak asuhnya di atas lapangan sudah menunjukkan progres positif dibanding laga sebelumnya.

Rudy Eka memberikan analisisnya terkait kegagalan meraup tiga poin penuh dari laga tersebut. “Pastinya kita kecewa dengan hasil imbang ini karena tidak bisa mendulang poin penuh. Namun, bagaimanapun juga liga ini adalah proses belajar bagi seluruh pemain dan tim,” kata Rudy Eka dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa gol lawan tercipta akibat kelengahan saat mengantisipasi transisi bertahan sesaat setelah situasi bola mati. “Gol terjadi dari situasi transisi menyerang ke bertahan setelah free kick. Bola memantul (bounce) membuat kita kurang siap mengantisipasi,” jelasnya.

Selain masalah antisipasi bola mati, juru taktik tersebut juga menggarisbawahi belum maksimalnya penerapan skema formal 3-2-5 saat tim melancarkan gelombang serangan. “Secara alur passing dan permainan sebenarnya kita sudah lebih baik dan enjoy. Tapi masalah utamanya di finishing,” ucap Rudy menambahkan.

Satu Poin Berharga Garudayaksa Dan Peta Klasemen IWL 2026/2027

Dari kubu lawan, pelatih Garudayaksa FC Women, Yopie Riwoe, menyambut positif raihan satu poin ini setelah menelan kekalahan pada laga pembuka. Hasil imbang ini dinilai menjadi modal berharga serta titik balik bagi moral para pemainnya untuk mengarungi sisa kompetisi yang masih panjang.

Yopie Riwoe mengapresiasi ketenangan anak asuhnya yang sanggup keluar dari tekanan tim lawan sepanjang sembilan puluh menit. “Pertandingan hari ini jadi satu titik balik, terutama bagi Garudayaksa. Para pemain mampu keluar dari tekanan. Kita berusaha untuk bermain senyaman mungkin supaya anak-anak bisa menikmati pertandingan,” ujar Yopie.

Ia memandang raihan poin ini sebagai bahan pijakan untuk membangkitkan performa tim pada pekan-pekan berikutnya. “Hasil satu poin hari ini patut disyukuri untuk bahan evaluasi. Liga ini kan masih panjang, mudah-mudahan ini jadi tren positif untuk Garudayaksa ke depannya,” tutur Yopie.

Tambahan satu poin ini menempatkan FC Bekasi City Women berada di peringkat keempat klasemen sementara IWL 2026/2027 dengan raihan 2 poin. Sementara itu, Garudayaksa FC Women membuntut tepat di bawahnya pada posisi kelima dengan koleksi 1 poin.

Sumber: RRI

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *