Comeback Cristiano Ronaldo Dan Tuntutan Goncalo Ramos Di Timnas Portugal

Comeback Cristiano Ronaldo Dan Tuntutan Goncalo Ramos Di Timnas Portugal
Promo Allegiant

Nismedia.id - Penyerang AC Milan, Goncalo Ramos, secara terbuka meminta garansi tempat utama di Timnas Portugal menjelang momen comeback sang kapten, Cristiano Ronaldo. Skuad berjuluk Selecao das Quinas tersebut bersiap melakoni pertarungan krusial pada jeda internasional November 2026. Persaingan di lini depan tim nasional dipastikan bakal memanas seiring dengan kepastian kembalinya megabintang Al Nassr tersebut.

Cristiano Ronaldo sebelumnya sempat memicu kontroversi usai meninggalkan kamp pelatihan tim nasional pada jeda internasional September lalu. Aksi tersebut terjadi akibat friksi sengit dengan pelatih Jorge Jesus yang tidak memainkannya saat menghadapi Norwegia. Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) kemudian menjatuhkan sanksi skorsing 30 hari dan denda senilai 255 euro yang kini masa hukumannya telah resmi berakhir.

Persaingan Lini Depan Timnas Portugal Dan Sikap Goncalo Ramos

Kepastian berakhirnya sanksi membuat Cristiano Ronaldo dapat kembali masuk dalam daftar panggil untuk jeda internasional mendatang. Pihak federasi dikabarkan telah menyurati klub Al Nassr agar sang pencetak gol terbanyak sepanjang masa tersebut bisa kembali bergabung. Pengumuman skuad final rencananya akan dirilis pada 8 November 2026 dengan nama Ronaldo yang sudah tercantum di skuad bayangan.

Di tengah momen kembalinya sang kapten, Ramos menegaskan bahwa dirinya tidak ingin posisinya sebagai ujung tombak utama tergusur begitu saja. Penyerang yang sedang diuji ketajamannya akibat baru mengemas dua gol dari 10 pertandingan di Serie A Liga Italia tersebut menilai setiap pemain berhak membela timnas secara adil. Oleh karena itu, juru gedor berusia 25 tahun tersebut secara berani meminta garansi starter dari tim pelatih.

Ramos menyampaikan keinginan kuatnya untuk terus dipercaya mengisi barisan utama gempuran tim di ajang internasional. “Saya ingin menjadi pemain inti tim nasional. Saya sudah menegaskan bahwa jika ada yang pantas bermain, itu adalah saya. Pelatih dan seluruh negara dapat melihat itu,” ujar Ramos menegaskan pandangannya.

Catatan Performa Dan Evaluasi Turnamen Major

Pernyataan berani yang diutarakan mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut didasari oleh kontribusi nyatanya pada laga internasional bulan September lalu. Saat diturunkan dalam tiga pertandingan sebagai starter menggantikan peran Ronaldo, ia sukses mengemas masing-masing satu gol di setiap laga. Catatan impresif tersebut menjadi pijakan utamanya untuk menuntut kesempatan tampil secara reguler.

Meskipun menuntut garansi tempat utama, ia mengaku tetap menaruh rasa hormat yang sangat tinggi terhadap sosok sang kapten senior. Ia meyakini bahwa jajaran pelatih dapat memainkan mereka berdua secara bersamaan tanpa harus mengorbankan salah satu nama di lapangan. “Kami menghormati status Cristiano, tetapi saya pikir kami bisa bermain bersama lebih sering. Performa bagus dan gol-gol saya bisa dihargai tanpa harus menggantikan Cristiano,” tuturnya menjelaskan skema ideal.

Keinginan kuat sang penyerang juga dipicu oleh kekecewaan mendalam akibat minimnya kesempatan tampil pada dua turnamen besar sebelumnya. Ia merasa tidak mendapatkan menit bermain yang cukup saat tampil di panggung Euro 2024 maupun Piala Dunia 2026. “Saya tidak menyimpan dendam terhadap Roberto Martinez, tapi saya gagal tampil di Euro 2024. Saya hanya bermain selama 15 menit melawan Georgia dalam pertandingan yang tidak berarti apa-apa. Di Piala Dunia 2026, saya mencetak gol ke gawang Kroasia, tapi setelah itu saya hampir tidak pernah diturunkan. Saya tahu saya bisa memberikan kontribusi yang besar. Saya melewatkan dua turnamen besar yang tidak akan pernah terulang lagi,” pungkasnya.

Sumber: BolaSport

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *