
Nismedia.id - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai keputusan Penundaan Piala Asia 2027 menjadi sebuah keuntungan besar bagi Timnas Indonesia. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menggeser jadwal penyelenggaraan turnamen tersebut setelah berdiskusi intensif dengan Panitia Penyelenggara Lokal (LOC) serta Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF). Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan akibat ketegangan situasi politik di kawasan Timur Tengah.
Erick menegaskan bahwa perubahan jadwal kompetisi ini memberikan ruang lebih luas bagi skuad Merah Putih untuk mematangkan kesiapan tim secara menyeluruh. Penyesuaian ini membuat pasukan Garuda memiliki waktu persiapan yang jauh lebih panjang demi berjuang maksimal di panggung bergengsi tersebut. Pernyataan itu disampaikan Erick usai menghadiri acara Media Cup 2026 di Jakarta pada Kamis (5/11/2026).
Dampak Penundaan Piala Asia 2027 dan Waktu Persiapan Skuad Garuda
Piala Asia 2027 yang semula dirancang berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 kini diundur ke tanggal 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028. Perubahan jadwal ini dimanfaatkan jajaran pelatih untuk mengasah performa bertanding para pemain di lapangan hijau. Penyesuaian ritme ini dinilai sangat menguntungkan konsistensi permainan seluruh anggota tim nasional.
Erick menilai ruang waktu yang makin lapang akan dimaksimalkan oleh pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, untuk membangun kerangka tim secara kokoh. Sepanjang tahun 2027, skuad Garuda dijadwalkan memanfaatkan empat agenda FIFA Matchday sebagai ajang pemanasan ideal. Selain itu, babak kualifikasi Piala Dunia yang bergulir pada September, Oktober, dan November 2027 akan membuat kondisi fisik pemain berada dalam tingkat puncak.
“Ya, itu kesepakatan semua negara, kita harus mengikuti. Kalau saya, (keputusan) itu menguntungkan Indonesia,” kata Erick.
“Dengan itu persiapan kita lebih panjang. Ada bulan Maret dan Juni untuk bisa meningkatkan performa tim, apalagi ditambah nanti di bulan September sudah ada kualifikasi Piala Dunia, Oktober, November. Jadi timnya benar-benar full gear, tidak terpotong terus berhenti,” ujar Erick menambahkan.
Skenario Alternatif Agenda FIFA Matchday Bulan November 2026
Di sisi lain, pergeseran agenda utama benua tersebut berdampak pada ketidakpastian rencana uji coba Merah Putih pada FIFA Matchday November 2026. PSSI menyadari perlunya merumuskan skenario alternatif atau plan B agar agenda persiapan tim tidak terganggu. Manajemen federasi menyerahkan perumusan strategi baru ini kepada Badan Tim Nasional (BTN) dan jajaran pelatih.
Erick mengungkapkan bahwa situasi di Timur Tengah membutuhkan kecermatan tinggi dalam mengambil keputusan terkait keselamatan para atlet nasional. Federasi memprioritaskan keamanan fisik seluruh anggota tim di atas seluruh pertimbangan agenda uji coba internasional. Perubahan fokus ini membuat rencana pertandingan pemanasan bulan depan harus dirancang ulang dari awal.
“Itu kompleks. Kita tahu situasi di Timur Tengah tidak mudah. Kita memprioritaskan bagaimana keselamatan para pemain terlebih dahulu. Apalagi AFC kan memundurkan Piala Asianya. Jadi, memang di November ini cukup limbung karena memang bukan menjadi lagi untuk uji coba untuk AFC,” tutur pria berusia 56 tahun tersebut.
PSSI berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi menjaga momentum kebangkitan sepak bola tanah air. Dukungan penuh akan diberikan kepada jajaran pelatih agar mampu mengarungi jadwal kompetisi yang padat dengan hasil memuaskan. Skuad Garuda diharapkan tetap fokus dan siap memberikan performa terbaik pada setiap ajang internasional mendatang.
Sumber: VIVA






