
Nismedia.id - Oki Rengga mengeluarkan video klarifikasi untuk meminta maaf atas keributan yang ia picu bersama sesama suporter PSMS Medan terkait pembentangan spanduk kritik kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam reels di akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan versi kejadian yang dialaminya saat berada di tribun Stadion Utama Sumatra Utara.
Saat itu, Oki Rengga beradu mulut dengan seorang suporter saat PSMS Medan menjamu Persija Jakarta di laga kandang. Pria asal Sumatera Utara yang pernah membela PSDS Deli Serdang itu diduga keberatan dengan pembentangan spanduk bertema karhutla yang dipasang di tengah jalannya pertandingan.
Menurut Oki, saat itu ia sedang menikmati pertandingan besar yang sudah dinantikan penggemar selama bertahun‑tahun. Ia mengakui bahwa semangat suporter saat itu memang terasa sangat tinggi dan penuh kegembiraan.
“Saya Oki Rengga, di sini saya mau minta maaf sebesar‑besarnya untuk video, untuk narasi, dan keributan yang saya munculkan beberapa hari ini,” ujarnya dalam akun media sosial pribadinya.
Oki Rengga awalnya hanya ingin mengajak berdiskusi kelompok suporter yang bersiap memasang spanduk tersebut. Ia tidak bermaksud menolak pesan isi spanduk, hanya mengusulkan waktu pemasangan yang berbeda.
“Itu pertandingan besar pertama lagi yang kita tonton setelah bertahun‑tahun PSMS enggak punya pertandingan sebesar itu, jadi euforianya besar sekali,” katanya.
Di tengah pertandingan, Oki Rengga mengaku melihat sejumlah suporter di tribun lain sedang membicarakan kapan spanduk akan dipasang. Karena konsentrasi menonton laga mulai terpecah, ia pun mendatangi mereka untuk menawarkan jalan tengah. Ia mengusulkan agar pesan tentang karhutla itu disampaikan setelah peluit akhir pertandingan berbunyi.
“Bang, gini aja, gimana kalau spanduknya nanti aja kita pasang setelah pertandingan? Sekarang kita dukung PSMS aja dulu, kita nonton pertandingan. Aku yang bakal megang nantinya. Gimana, Bang?” ucap Oki menirukan percakapan saat itu.
Namun menurut keterangannya, suasana berubah tak lama kemudian ketika salah satu suporter tersebut menyampaikan kekhawatiran tentang banyaknya korban karhutla. Dari momen itu muncul narasi di media sosial yang menyebut Oki sempat mencekik orang tersebut, hal yang ia sanggah dalam klarifikasinya.
“Bang, tapi memang sudah banyak korbannya,” ujar Oki Rengga menirukan.
Oki Rengga tak menampik bahwa sudah terlalu banyak korban dari bencana karhutla yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Ia juga mengakui keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan yang semakin memburuk.
“Nah, itu adalah orang yang kepalanya kupegang yang narasinya bilang aku mencekik orang. Kupegang kepalanya, aku bicara depannya,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa pernyataan itu keluar saat emosi sedang memuncak karena suasana di tribun yang penuh tekanan. Adrenalin akibat semangat menonton pertandingan juga disebutnya sebagai pemicu ucapan tersebut.
“Aku tahu, Bang. Bahkan aku sampai hampir dibunuh pemerintah gara‑gara ini. Aku mau dibunuh pemerintah karena ini,” jelas Oki dalam rekaman video tersebut.
Ia berharap masyarakat dapat memahami konteks kejadian secara utuh, bukan hanya dari potongan video yang tersebar di media sosial. Mantan pemain PSDS Deli Serdang juga menyatakan tetap mendukung upaya penyadaran publik tentang bahaya karhutla di wilayah Sumatera Utara.
“Aku bicara kayak gitu mungkin karena emosi atau adrenalinku, ya,” ucapnya.
Hingga saat ini, pihak pengelola Stadion Utama Sumatra Utara maupun pengurus suporter PSMS Medan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Masyarakat masih menunggu tanggapan resmi untuk memperjelas aturan pembentangan spanduk di area tribun pertandingan sepak bola ke depannya.
Sumber: okirengga33






