
Nismedia.id - Pebulutangkis profesional Indonesia, Jonatan Christie mengambil langkah yang mengundang apresiasi publik dengan mendonasikan seluruh bonus Asian Games 2026‑nya untuk masyarakat dan lingkungan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Dalam unggahan video tersebut, yayasan menjelaskan bahwa donasi akan dialokasikan ke tiga bidang utama. Ketiga fokus itu adalah penyelamatan satwa liar, pemulihan hutan yang terbakar, serta bantuan kesehatan bagi anak‑anak yang terkena gangguan pernapasan akibat asap karhutla.
Bonus yang diterimanya bukan hanya hak pribadi, melainkan amanah yang dapat dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Jonatan Christie mengungkapkan bahwa keputusan ini muncul setelah ia melihat langsung laporan mengenai kondisi warga di wilayah terdampak.
“Saya melihat banyak warga yang kesulitan, terutama anak‑anak dan makhluk hidup lain yang kehilangan tempat tinggal,” ujar Jonatan Christie dalam video yang diunggah pada Ahad, 8 November 2026.
Penyaluran dana akan bekerja sama dengan beberapa lembaga lingkungan yang sudah berpengalaman di lapangan. Untuk penyelamatan satwa liar, dana akan disalurkan kepada Yayasan Kalaweit Indonesia yang bergerak menyelamatkan hewan‑hewan yang kehilangan habitat. Jonatan berharap satwa‑satwa tersebut dapat kembali hidup aman setelah hutan dipulihkan.
Fokus kedua dari donasi tersebut adalah program penanaman kembali pohon di wilayah hutan yang rusak. Program ini dilaksanakan melalui penggalangan dana yang diprakarsai Jerhemy Owen dan Feri Irwandy. Jojo berharap penanaman pohon secara bertahap dapat mengembalikan fungsi hutan sebagai paru‑paru bumi bagi masa depan.
Bidang ketiga adalah bantuan kesehatan bagi anak‑anak yang terkena gangguan pernapasan akibat asap karhutla. Jonatan mengaku prihatin karena banyak anak tidak bisa bermain dan belajar dengan nyaman akibat kualitas udara yang buruk. Ia ingin membantu penyediaan pemeriksaan dan penanganan medis dasar bagi kelompok tersebut.
“Setiap berkat yang kita terima selalu menjadi kesempatan untuk berbagi. Semoga langkah kecil ini dapat membawa harapan dan menggerakkan lebih banyak hati untuk ikut peduli,” tulis keterangan akun yayasan tersebut.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut peduli terhadap korban karhutla sesuai kemampuan masing‑masing. Bantuan tidak selalu berupa uang dalam jumlah besar, melainkan juga bisa berupa tenaga, waktu, atau penyebaran informasi yang benar kepada orang lain. Menurutnya, setiap bentuk kepedulian tetap memiliki arti yang besar.
“Saya tahu bahwa bantuan ini tidak bisa menyelesaikan semua masalah yang ada, tetapi setidaknya saya berharap ada kehidupan yang bisa kita bantu,” kata Jonatan Christie. Ia menambahkan bahwa harapan dan semangat gotong‑royong adalah hal terpenting saat ini.
Di akhir video, Jonatan mengangkat tiga jari sebagai simbol dari semboyan For the Forest, For the Animal, and For the People. Gerakan itu menjadi tanda bahwa perhatiannya tidak hanya tertuju pada manusia saja, tetapi juga hutan dan satwa yang menjadi bagian dari kehidupan kita.
Sumber: jonatanchristiefoundation






