Ji‑hwan Hwang Ungkap Alasan Shayne Pattynama Belum Dimainkan di STY

Ji‑hwan Hwang Ungkap Alasan Shayne Pattynama Belum Dimainkan di STY
Potret Shayne Pattynama yang belum dimainkan STY (Instagram: @vivagoal)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pemain sayap Persija Jakarta, Shayne Pattynama hingga saat ini belum mendapatkan kesempatan tampil di BRI Super League 2026‑2027. Pelatih fisik Persija, Ji‑hwan Hwang, akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait hal tersebut.

Menurut penuturan Ji‑hwan Hwang, tim kepelatihan yang dipimpin oleh STY menilai Shayne Pattynama belum menunjukkan performa maksimal selama sesi latihan harian. Hal ini membuatnya kalah bersaing dengan rekan setim yang tampil lebih konsisten. Penilaian tersebut menjadi dasar keputusan pelatih untuk belum menempatkannya dalam susunan utama.

Banyak pihak menduga ada alasan lain di balik minimnya kesempatan bermain pemain berusia 26 tahun itu. Ada yang berpendapat masalah taktik atau kondisi fisik menjadi penghambat utama. Namun, penjelasan dari pelatih fisik ini menegaskan bahwa persaingan internal menjadi faktor paling utama.

Menurut unggahan akun Instagram resmi Ji‑hwan Hwang menyampaikan pandangan tim kepelatihan tentang persaingan di dalam skuad.

“Kita semua harus membuktikan diri di lapangan. Privilege bermain di depan ribuan pendukung fanatik bukan sesuatu yang diberikan kepada semua orang. Itu harus diraih melalui kerja keras, persaingan ketat, dan tekad untuk membuktikan diri setiap hari,” tulisnya dalam keterangan tersebut.

Ia menambahkan bahwa pemain yang belum terpilih tidak perlu berkecil hati dan harus terus meningkatkan kualitas diri di sesi latihan. Tim kepelatihan tetap menghargai setiap upaya yang dilakukan oleh seluruh anggota skuad. Tidak ada pemain yang diabaikan tanpa alasan yang jelas.

“Mereka yang tidak terpilih harus tetap sabar, menunggu kesempatan, dan terus bekerja untuk membuktikan kemampuan di lapangan latihan. Dan kami tahu. Kami tahu seberapa keras mereka berjuang untuk kesempatan itu, seberapa banyak yang mereka alami, dan seberapa besar usaha dan pengorbanan yang ada di balik perjalanan mereka,” lanjut keterangan Ji‑hwan Hwang.

Pelatih fisik ini juga menegaskan bahwa lapangan latihan menjadi tempat utama untuk membuktikan kemampuan sebelum mendapat kesempatan bertanding. Sikap, usaha, dan konsistensi setiap hari menjadi tolok ukur utama tim kepelatihan. Kesempatan bertanding di hari pertandingan adalah hasil dari perjuangan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Usaha mereka tidak pernah tidak dihargai, dan tidak boleh dianggap remeh. Akhirnya, satu‑satunya tempat untuk benar‑benar membuktikan diri adalah di lapangan latihan, bukan di luar. Tidak ada yang bisa membuktikan nilai Anda selain lapangan latihan,” jelasnya lagi.

Ji‑hwan Hwang juga menekankan bahwa persaingan di dalam tim dilakukan dengan sehat dan penuh rasa hormat antar pemain. Meskipun saling bersaing memperebutkan posisi, seluruh pemain harus tetap bersatu demi kemajuan tim secara keseluruhan. Semangat kebersamaan itu selalu ditekankan dalam setiap sesi latihan.

“Kami tidak lari dari persaingan. Kami menghadapinya, kami berjuang untuk tempat kami, dan yang terpenting, kami saling menghormati. Kami bersaing sebagai individu, tetapi kami berdiri bersama sebagai satu tim,” tutup pernyataan pelatih fisik Persija tersebut.

Sampai saat ini, Shayne Pattynama belum memberikan tanggapan resmi terkait penjelasan dari tim kepelatihan. Manajemen Persija juga menyatakan akan terus memantau perkembangan performa pemain tersebut di sesi latihan ke depannya. Kesempatan untuk masuk susunan utama masih terbuka lebar jika ia mampu menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Sumber: flowji_h

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *