Dramatis! Everton Jadi Kiper Dadakan dan Tepis Penalti, Garudayaksa Bungkam PSPS dengan 9 Pemain

Dramatis! Everton Jadi Kiper Dadakan dan Tepis Penalti, Garudayaksa Bungkam PSPS dengan 9 Pemain
Tensi tinggi pertandingan hingga wasit mengeluarkan 2 kartu merah. Sumber Gambar: instagram/pspsriau
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pertandingan lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Kaharuddin Nasution, Senin (24/11/2025), menyajikan drama sepak bola yang tak akan terlupakan. Tuan rumah PSPS Pekanbaru harus menelan kekalahan pahit 0-1 dari tamunya, Garudayaksa FC, dalam laga yang diwarnai skenario luar biasa di menit-menit akhir.

Kemenangan tim tamu terasa sangat sensasional mengingat mereka harus berjuang mati-matian dengan hanya 9 pemain tersisa di lapangan akibat hujan kartu merah. Puncak ketegangan terjadi ketika striker asing Garudayaksa, Everton Nascimento, terpaksa mengenakan sarung tangan kiper dadakan di masa injury time. Secara heroik, ia sukses menepis tendangan penalti krusial tuan rumah untuk mengunci tiga poin penuh bagi timnya.

Babak Pertama: Alot dan Buntu

Sejak peluit awal dibunyikan wasit, kedua tim bermain terbuka. Mengutip laporan jalannya laga dari TribunWow, Garudayaksa FC sempat mengancam lewat tendangan Seungwoo Ryu di menit ke-12 dan Andik Vermansyah di menit ke-17, namun keduanya gagal berbuah gol.

Laga sempat terhenti di menit ke-20 akibat cedera pemain PSPS, Yudhi Adittia. Hingga babak pertama usai, skor kacamata 0-0 tetap bertahan meski kedua tim saling jual beli serangan.

Petaka Awal: Kartu Merah Birrul Walidain

Memasuki babak kedua, drama dimulai pada menit ke-62. Melansir data lapangan, wasit menghentikan laga setelah mendapat panggilan dari ruang VAR (Video Assistant Referee).

Bek Garudayaksa, Ahmad Birrul Walidain, dinyatakan melakukan pelanggaran sebagai orang terakhir di lini pertahanan terhadap pemain PSPS, Asir. Tanpa ampun, wasit mencabut kartu merah langsung. Garudayaksa pun harus bermain dengan 10 orang.

Meski kalah jumlah pemain, mentalitas anak asuh Khamid Mulyono justru tak runtuh. Keajaiban terjadi di menit ke-80. Berawal dari sepak pojok Alfin Faiz, Agus Nova Wiantara sukses menyundul bola dan mencetak gol. 1-0 untuk Garudayaksa FC.

Drama Akhir Laga: Striker Jadi Kiper Dadakan dan Gagalkan Penalti Lawan

Ketegangan memuncak di masa tambahan waktu (injury time). Mengutip laporan dari JurnalZone, PSPS sempat bersorak ketika Ilham Fathoni mencetak gol penyeimbang. Namun, drama VAR kembali terjadi.

Wasit menganulir gol tersebut karena ada pelanggaran sebelumnya, tetapi memberikan hadiah penalti untuk PSPS. Lebih parah lagi, kiper Garudayaksa, Rudi Rajak, diganjar kartu merah setelah tinjauan VAR tersebut.

Karena jatah pergantian pemain sudah habis (atau situasi darurat di lapangan), striker Everton Nascimento terpaksa mengenakan sarung tangan kiper. Garudayaksa kini bermain dengan 9 orang dan harus menghadapi penalti.

Di sinilah momen magis itu terjadi. Cristian Alex maju sebagai eksekutor penalti bagi PSPS. Dengan tenang, Everton yang sejatinya seorang penyerang, berhasil membaca arah bola dan menepis tendangan penalti tersebut! Penyelamatan heroik ini memastikan kemenangan Garudayaksa FC yang pulang dengan 3 poin penuh.

Susunan Pemain

PSPS Pekanbaru:

  • Starter: Muhammad Darmawan (GK), Achmad Faris Ardiansyah (C), Irsan Rahman Lestaluhu, Jimmy Julianus, Muhammad Rio Saputro, M. Rafly I. Selang, Nugroho Santoso, Yudhi Adytia Pratama, Asir, Hari Nur Yulianto, Muhammad Andy Harjito.
  • Pelatih: Aji Santoso.

Garudayaksa FC:

  • Starter: Rudi Rajak (GK), Ahmad Birrul Walidain, Muhammad Iqbal Al Ghuzat, Obet Choiri, Vicente Antonio Concha Razzouk, Asep Berlian (C), Manca Cingi, Seungwoo Ryu, Andik Vermansyah, Everton Nascimento, Muhammad Raihan Utama.
  • Pelatih: Khamid Mulyono.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *