
Nismedia.id - Bek Wolfsburg, Jenson Seelt sempat membicarakan Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes dalam sesi Bundesliga Media Round Table pada 9 Desember kemarin. Selain membahas rumor Idzes yang akan direkrut AC Milan karena kemampuan bermainnya yang terus berkembang, Seelt juga mengaku senang mendapat dukungan dari fans Indonesia.
Pemain Wolfsburg berdarah Indonesia tersebut merupakan jebolan dari akademi sepakbola Belanda, PSV Eindhoven atau yang biasa dikenal sebagai De Herdgang. Meskipun belajar di satu akademi, Jenson Seelt mengaku tidak mengenal Jay Idzes.
Darah Indonesia yang mengalir di nadi Jenson Seelt berasal dari kakeknya yang merupakan keturunan Maluku. Adanya darah Indonesia ini membuatnya terkoneksi dengan banyak fans dari Tanah Air dan mendapatkan banayak dukungan melalui media sosialnya.
“Saya menerima banyak pesan di media sosial. Perhatian mereka, saya sangat senang mendapat dukungan dari mereka,” pungkasnya pada sesi Bundesliga Media Round Table.
Dikutip Nismedia.id dari laman resmi transfermarkt, Jenson Seelt berstatus pinjaman dari klub Premier League, Sunderland. Jenson Seelt tergolong sebagai pemain yang harga pasarannya tinggi unttuk pemain di usianya yang baru menginjak 22 tahun yaitu sebesar 2 juta Euro Rp34,7 miliar.
Jenson Seelt kini tumbuh menjadi salah satu pilar lini pertahanan Wolfsburg, kampiun Bundesliga musim 2008/2009. Klub yang juga pernah membesarkan nama pesepak bola seperti Edin Dzeko dan Kevin De Bruyne. Bahkan pernah lima kali tampil penuh dalam enam pertandingan terakhir bareng Wolfsburg di Bundesliga.
Di akademi PSV Eindhoven, Jenson Seelt dan Jay Idzes mengaku tidak saling mengenal dan kemungkinan mereka pernah belajar bersama. Namun karena jarak usia yang lumayan jauh sekitar tiga tahun dirinya tidak bisa memastikan keberadaan Jay Idzes.
“Ya, saya rasa saat itu dia mungkin sedang di tahun terakhir akademi, sejujurnya saya sudah tidak terlalu ingat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jenson Seelt menyebut Jay Idzes tumbuh di akademi PSV Eindhoven dan pernah bermain untuk tim PSV Eindhoven sebelum akhirnya membela tim muda VVV-Venlo dan melanjutkan karier di FC Eindhoven.
“Tapi dia bermain untuk tim di PSV Eindhoven dan saya rasa saya pernah melihatnya di sana, ya, tetapi jarak usia kami cukup jauh, jadi saya tidak pernah benar-benar berbicara dengannya,” tegas Jenson Seelt.
Selain sebagai senior di PSV Eindhoven, Jenson Seelt mengaku mengetahui tentang gaya bermain pemain 190 centimeter itu yang bisa menguasai bola dengan nyaman dan tenang. Bahkan juga bisa menerima umpan dengan baik.
“Saya tahu tentang dia. Saya rasa dia pemain yang bagus, dia menggunakan kedua kakinya dengan nyaman dan ingin membawa ketenangan tertentu dalam penguasaan bola serta umpan-umpan yang baik untuk mendorong serangan ke depan,” tambahnya.






