
Nismedia.id - Sebanyak 103 atlet Indonesia dari 12 cabang olahraga siap mengibarkan bendera Merah Putih di ajang Asian Para Games 2026. Ajang olahraga terbesar bagi atlet disabilitas se-Asia ini akan berlangsung di kawasan Aichi dan Nagoya, Jepang, pada 18 hingga 24 Oktober mendatang.
Para atlet yang dikirimkan merupakan hasil seleksi ketat yang telah melewati berbagai tahap kualifikasi dan pemusatan latihan nasional. Mereka akan bertanding di cabang Para Atletik dengan 25 atlet, diikuti Para Bulu Tangkis sebanyak 15 atlet, dan Para Renang berjumlah 12 atlet.
Cabang lain yang diwakili antara lain Para Angkat Berat 10 atlet, Para Tenis Meja sembilan atlet, serta Para Panahan dan Para Judo masing-masing tujuh atlet. Sementara itu, cabang Boccia dan Para Balap Sepeda masing-masing diisi lima atlet, Para Menembak serta Anggar Kursi Roda masing-masing tiga atlet, dan Para Taekwondo dua atlet.
Komposisi ini mencerminkan keberagaman cabang olahraga yang terus berkembang di kalangan atlet disabilitas di Indonesia. Semua atlet telah bersiap secara fisik maupun mental untuk menghadapi lawan-lawan tangguh dari negara-negara Asia.
Chef de Mission Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menyampaikan bahwa target yang ditetapkan Kontingen Indonesia adalah meraih posisi 10 besar dalam perolehan medali. Target capaian medali ditetapkan sebanyak tujuh medali emas, delapan medali perak, dan 17 medali perunggu.
Para Bulu Tangkis dan Para Atletik menjadi dua cabang unggulan yang diharapkan menyumbang medali terbanyak bagi Indonesia. Kedua cabang ini memiliki sejarah prestasi yang cukup baik di ajang regional maupun internasional. Selain itu, cabang Boccia dan Para Angkat Berat juga diproyeksikan memiliki peluang besar untuk meraih medali.
Menpora Erick Thohir yang hadir dalam acara pengukuhan kontingen memberikan dukungan penuh kepada para atlet. Ia mengingatkan bahwa negara selalu memberikan dukungan terbaik bagi para atlet untuk berprestasi di kancah internasional. Dukungan moril maupun sarana prasarana telah disiapkan agar para atlet dapat tampil maksimal di Jepang nanti.
Secara keseluruhan, kontingen Indonesia berjumlah 219 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, ofisial, dan tenaga medis. Tim berangkat menuju Jepang pada Selasa, 13 Oktober 2026, atau lima hari sebelum upacara pembukaan. Waktu tersebut digunakan para atlet untuk beradaptasi dengan lingkungan, iklim, dan fasilitas pertandingan di lokasi penyelenggaraan .
Persiapan yang matang diharapkan dapat membawa Indonesia menuju hasil terbaik sepanjang sejarah partisipasi di Asian Para Games. Setiap medali yang diraih bukan sekadar angka di papan klasemen, melainkan bukti ketekunan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah para atlet kita. Dukungan masyarakat menjadi energi tambahan bagi mereka yang akan berlaga jauh dari tanah air.
Kompetisi di Asian Para Games 2026 diprediksi akan sangat ketat karena negara-negara Asia terus meningkatkan kualitas olahraga paralimpik mereka. Namun, kepercayaan diri dan persiapan matang yang ditunjukkan para atlet Indonesia menjadi modal berharga untuk bersaing di panggung benua. Semoga persiapan yang telah dilakukan membuahkan hasil yang manis di Negeri Sakura.
Sumber: Kemenpora






