
Nismedia.id - Man City resmi didakwa bersalah atas ratusan kasus pelanggaran aturan keuangan yang telah diselidiki selama tiga tahun. Keputusan ini diambil oleh Premier League setelah proses pemeriksaan yang panjang dan mendalam.
Berdasarkan hasil penyelidikan, Manchester City terbukti bersalah atas 114 dari 115 tuduhan pelanggaran finansial yang diajukan sejak awal proses. Angka ini menunjukkan bahwa pelanggaran yang dilakukan sangat banyak dan mencakup berbagai aspek pengelolaan keuangan klub. Keputusan ini pun langsung mengundang berbagai reaksi dari seluruh penjuru dunia sepak bola.
Rincian pelanggaran tersebut terbagi ke dalam beberapa kategori yang berbeda. Terdapat 54 pelanggaran finansial yang terjadi dalam kurun waktu 2009 hingga 2018, diikuti 14 kasus terkait kontrak pemain dan agen, serta lima pelanggaran aturan keuangan UEFA pada periode 2013 hingga 2018.
Selain itu, ada tujuh pelanggaran aturan Profit dan Keberlanjutan Premier League dari tahun 2015 hingga 2018, serta 35 pelanggaran terkait ketidakkooperatifan klub dalam proses investigasi sejak Desember 2018 hingga Februari 2023.
Keputusan ini membawa konsekuensi yang sangat berat bagi Man City. Klub yang berjulukan The Citizens ini terancam hukuman berupa penurunan divisi atau degradasi, serta pencabutan seluruh gelar juara yang diraih di kompetisi domestik selama kurun waktu tersebut.
Sejauh ini, Premier League sering disorot karena dianggap tidak kunjung berani menjatuhkan dakwaan tegas kepada Manchester City meskipun tuduhan telah beredar lama. Oleh karena itu, keputusan kali ini dinilai sebagai langkah yang berani sekaligus bersejarah bagi badan pengatur liga tersebut.
Di tengah situasi yang sulit ini, pemain andalan Manchester City sekaligus Timnas Spanyol, Rodri memberikan tanggapan yang tenang namun tegas. Ia berbicara dalam konferensi pers jelang laga kontra Inggris di ajang Liga Bangsa-Bangsa 2026-2027. Rodri menyampaikan bahwa apa yang telah dibangun dan diraih oleh tim tidak bisa begitu saja dihapus oleh keputusan apa pun.
Gelandang berkebangsaan Spanyol ini menegaskan bahwa kesuksesan yang diraih Manchester City bukanlah hasil dari uang semata. Ia percaya bahwa nilai terbesar yang dimiliki klub adalah hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat di dalamnya.
“Apa yang kami lakukan, mereka tidak bisa mengambilnya dari kami. Itu sesuatu yang tidak dibayar dengan uang,” ujar Rodri dikutip Nismedia.id dari Twitter @BeanymanSports,dengan tegas.
Rodri menambahkan bahwa rasa kebersamaan dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para pemain, staf pelatih, hingga pendukung adalah hal yang paling berharga dan tidak ternilai harganya. Ia yakin bahwa fondasi yang kuat inilah yang akan membantu klub melewati masa-masa sulit saat ini.
“Itu dibayar dengan usaha, dengan kemitraan, dengan berdampingan bahu-membahu setiap hari,” tegasnya.
Rodri juga menyampaikan keyakinannya bahwa Manchester City mampu menghadapi situasi ini dengan baik dan tetap kuat. Ia menilai bahwa ujian berat seperti ini justru akan semakin menguatkan ikatan di dalam klub dan membuktikan bahwa identitas sejati Manchester City tidak bergantung pada status atau penghargaan semata.
Berbagai pihak kini menantikan langkah selanjutnya yang akan diambil oleh manajemen Man City. Klub diprediksi akan mengajukan banding atas keputusan tersebut guna membela diri dan keberadaannya. Proses hukum yang panjang kemungkinan besar akan menyusul, dan hasil akhirnya akan menjadi penentu arah masa depan salah satu klub tersukses di dunia saat ini.






