4/7 Kemenangan Indonesia: Putri Kusuma Wardani Tutup Tiket Perempat Final China Open 2026

4/7 Kemenangan Indonesia: Putri Kusuma Wardani Tutup Tiket Perempat Final China Open 2026
Potret Jonatan Christie yang amankan tiket perempat final (Instagram: jonatanchristieofficial)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Indonesia Performa apik ditunjukkan oleh empat pemain andalan bulu tangkis Indonesia pada babak 16 besar China Open 2026. Putri Kusuma Wardani berhasil mengamankan tiket ke perempat final.

Jonatan Christie harus bekerja ekstra keras untuk menaklukkan tuan rumah wakil Singapura Loh Kean Yew. Pertandingan yang berlangsung selama 52 menit itu sempat berjalan sulit bagi pebulutangkis berusia 29 tahun tersebut di awal laga.

Skor akhir pertandingan menunjukkan keunggulan Jonatan dengan angka 12-21, 21-6, dan 21-13. Perubahan ritme permainan serta ketepatan penempatan bola menjadi kunci utama yang membuat lawan kesulitan mengembalikan serangan di dua gim terakhir.

Dikutip Nismedia.id dari laman resmi bwfworldtour.bwfbadminton.com, keberhasilan Jonatan diikuti segera oleh tunggal putri andalan kita, Putri Kusuma Wardani yang tampil sangat dominan sepanjang pertandingan.

Putri Kusuma Wardani mampu menundukkan Busanan Ongbamrungphan secara langsung dengan skor 21-17 dan 21-14. Permainan lincah serta variasi pukulan net yang rapat membuat lawan sering terpaksa melakukan kesalahan paksa.

Kemenangan Indonesia dibuka oleh Fajar/Fikri yang tidak butuh waktu lama untuk mengawali kemenangan wakil Indonesia melalui penyesuaian ritme permainan lawan. Hingga mengakhiri permainan dengan skor 21-19 dan 21-11.

Kemenangan tersebut diikuti pasangan ganda putri, Rachel/Febi. Mereka menundukkan wakil Amerika Serikat, Lauren Lam/Allison Quynh Lee dengan skor akhir 17-21, 21-11, dan 21-19. 

Kabar gembira dari Putri Kusuma Wardani sebagai wakil Indonesia yang bertanding paling terakhir berlangsung di lapangan 2 pertandingan 12 hanya dalam 2 set selama 37 menit. 

Persaingan di babak selanjutnya diprediksi akan semakin ketat karena tersisa hanya atlet-atlet terbaik yang masih bertahan. Tidak ada lagi ruang untuk melakukan kesalahan, sebab satu kekalahan berarti harus berkemas pulang ke tanah air.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *