
Nismedia.id - Turnamen bulu tangkis French Open 2026 kembali membuktikan kekuatan kontingen Indonesia yang tampil penuh keyakinan di babak awal pertandingan. 5/8 wakil nasional berhasil melaju ke babak perempat final setelah mengalahkan lawan‑lawan tangguh dari berbagai negara.
Tunggal putra Moh. Zaki Ubaidillah tampil dominan saat berhadapan dengan pemain asal Jepang Koki Watanabe. Ia memenangkan dua set langsung dengan skor 21‑17 dan 21‑14 untuk memastikan tiket ke babak selanjutnya. Sepanjang pertandingan, Zaki berhasil menguasai ritme permainan dan meminimalkan kesalahan‑kesalahan yang biasanya muncul di babak awal turnamen.
Di nomor ganda campuran, pasangan Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah juga meraih kemenangan meyakinkan. Mereka mengalahkan pasangan gabungan Ye Hong Wei dan Nicole Gonzales Chan dengan skor 21‑14 dan 21‑12. Kerjasama keduanya terlihat semakin padu sejak awal pertandingan hingga peluit akhir dibunyikan wasit.
Keberhasilan wakil Indonesia tidak berhenti di dua nomor tersebut saja. Tunggal putra Alwi Farhan berhasil melampaui hambatan pemain asal Hong Kong Angus Ng Ka Long. Pertandingan berjalan ketat di setiap set sebelum Alwi keluar sebagai pemenang dengan skor 21‑18 dan 21‑17.
Sukses terakhir datang dari pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang menghadapi pasangan asal China, Bo Yang dan Liu Yi. Pertandingan berlangsung sangat sengit karena kedua pasangan saling berebut poin di setiap reli. Akhirnya pasangan Indonesia berhasil menang dua set langsung dengan skor 24‑22 dan 22‑20.
Selanjutnya, Putri Kusuma Wardani juga menambah hasil positif Indonesia di French Open 2026. Tunggal putri andalan Indonesia ini berhasil menaklukkan wakil Turki, Neslihan Arin dengan 21-8, 21-9
Dengan empat kemenangan ini, kontingen Merah Putih berhasil meloloskan lima wakil ke babak berikutnya French Open 2026. Namun, masih ada 4 wakil Indonesia lain yang akan berjuang dan menambah hasil positif di turnamen ini.
Tantangan yang lebih berat akan menanti para wakil Indonesia pada babak berikutnya, karena lawan‑lawan yang lolos juga merupakan pemain‑pemain berperingkat tinggi dunia. Setiap pertandingan akan menjadi ujian kemampuan serta ketahanan mental bagi para atlet yang bertanding di sana.
Sumber: BWF






