
Nismedia.id - Manajemen Persela Lamongan menunjukkan keseriusan dalam membangun kembali kejayaan Laskar Joko Tingkir dengan resmi menunjuk Pradita Aditya sebagai Direktur Bisnis baru. Di balik jabatan strategisnya, sosok pebisnis sukses asli Lamongan ini memiliki profil yang inspiratif. Siapa sangka, Pradita ternyata harus melalui masa sekolahnya dengan perjuangan keras, yakni berjualan di tepi jalan.
Pradita Aditya akan fokus membenahi finansial klub berjulukan Laskar Joko Tingkir di tengah masa transisi tim manajemen. Direktur bisnis baru Persela ini telah lama berkecimpung di dunia olahraga. Bahkan saat ini sosoknya menjabat sebagai Executive Committee (Exco) Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Lamongan.
Kehadiran Pradita Aditya nantinya diharapkan bisa memperkuat sponsor agar kondisi tim tetap bisa stabil, apalagi sedang mengalami dinamika internal setelah kepergian Fariz Julinar Maurisal dan 5 pemain ke PSIS Semarang. Diketahui, saat ini Persela telah memiliki 3 sponsor utama yang bergabung dengan nilai kerja yang sama.
Dikutip Nismedia.id dari Instagram @praditaaditya_, direktur baru Persela Lamongan ini merupakan CEO Duta Merpati Indonesia, perusahaan distributor besi, baja, dan stainless steel. Pengusaha asal Paciran, Lamongan ini ternyata telah merintis usaha sejak duduk di bangku SMP karena profesi orang tuanya sebagai nelayan.
Pada awal karirnya, Pradita Aditya tidak langsung berbisnis material melainkan di industri tekstil. Saat itu yang sedang tren adalah celana berukuran tiga perempat, Adit pun mencoba mencari cuan di sana dengan menjualnya di pinggir jalan. Pradita Aditya awalnya mengecek harga oleh para penjual di pasar yaitu kisaran Rp30.000-Rp40.000. Setelah pulang sekolah Adit pun mampir ke Pasar Kapasan yang tidak jauh dari kos maupun SMP-nya di Surabaya Utara.
Beruntungnya, Adit mendapatkan harga miring di Pasar Kapasan yaitu hanya Rp15.000 per potong tapi ada minimal pembelian 3 pieces. Tidak mengambil langkah sendirian, Pradita Aditya meminta bantuan orang tuanya untuk membantu menjualkan. Setelah orang tuanya menyetujui untuk membantu usahanya itu, Pradita Aditya pun selalu membeli celana tren tersebut di Pasar Kapasan setiap hari Minggu. Namun bisnis ini tidak bertahan lama karena usaha mengikuti tren.
Naik ke bangku SMA, Pradita Aditya pindah bidang ke industri kuliner dengan berjualan jus di depan minimarket Embong Blimbing, Surabaya namun tidak bertahan lama. Saat kuliah, Adit mencoba berbisnis thrift namun ia malah bangkrut karena ditipu Rp69 juta.
Setelah mendapatkan penipuan dengan jumlah yang fantastis, Pradita Aditya pun mendirikan Duta Merpati Indonesia yang membawanya sesukses sekarang. Namun bisnis tersebut tidak langsung berjalan mulus seperti saat ini. Pradita Aditya mengajukan pinjaman ke bank swasta Rp25 juta untuk memulai bisnis di bidang besi setelah mengetahui harga pipa di Lamongan hampir dua kali lipat dengan harga pipa di Surabaya.
Awalnya keuntungan Pradita Aditya hanya Rp26.000, namun seiring berjalannya waktu, usahanya semakin berkembang hingga menambah cabang. Tidak puas sampai situ, Pradita Aditya menambah bisnisnya dari yang hanya Duta Merpati Indonesia ada juga Duta Baut, Duta Plastik, Vienna Coffee, hingga Vienna Woodwork.






