Krisis Keuangan Manchester United Memburuk, Keluarga Glazer Mulai Panik

Krisis Keuangan Manchester United Memburuk, Keluarga Glazer Mulai Panik
Potret Glazer dan bos INEOS. (laman: dailymail.co.uk)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Raksasa Inggris, Manchester United, kembali menjadi sorotan publik bukan karena prestasi, melainkan masalah internal yang serius. Isu krisis keuangan Manchester United kini mencuat dan memunculkan tanda tanya besar mengenai stabilitas klub ke depannya.

Di tengah upaya perbaikan yang dilakukan Sir Jim Ratcliffe, kekhawatiran mengenai performa komersial Setan Merah justru semakin meningkat. Para pemilik klub mulai cemas jika krisis keuangan Manchester United ini tidak segera ditangani dengan strategi yang tepat.

Hilangnya Berbagai Sumber Pemasukan

Salah satu pemicu utama masalah ini adalah jebloknya prestasi tim di Premier League musim lalu yang berdampak fatal. Sebagaimana dikutip nismedia.id dari Bola.com, MU harus menerima pemotongan dana sebesar 10 juta paun dari Adidas karena gagal lolos ke Liga Champions, sebuah kerugian besar bagi neraca keuangan klub.

Masalah bertambah pelik karena beberapa mitra strategis memilih untuk tidak melanjutkan kerja sama mereka. Marriott International memutuskan tidak memperpanjang kontrak, sementara slot sponsor untuk apparel latihan masih kosong setelah kontrak dengan Tezos senilai 24 juta paun berakhir tanpa pengganti.

Kecemasan Di Tingkat Eksekutif

Situasi genting ini menjadi topik utama dalam rapat komite eksekutif terbaru yang digelar di pusat latihan Carrington. Joel dan Avram Glazer dikabarkan menyuarakan kekhawatiran mendalam mereka terhadap penurunan daya tarik komersial yang dialami klub belakangan ini.

Kekhawatiran tersebut beralasan, mengingat data Deloitte Money League 2026 menempatkan MU di posisi keempat, kalah bersaing dengan Liverpool, Manchester City, dan Arsenal. Jean-Claude Blanc selaku CEO INEOS Sport kini turun tangan lebih aktif untuk membenahi sengkarut manajemen agar klub tidak terperosok lebih dalam.

Harapan Pada Michael Carrick

Ancaman finansial masih membayangi dengan kontrak sponsor lengan DXC Technology yang akan segera habis pada musim panas ini. Jika tidak ada kesepakatan baru, klub berpotensi kehilangan potensi revenue tambahan sekitar 20 juta paun yang sangat dibutuhkan.

Namun, secercah harapan muncul dari performa tim di atas lapangan di bawah asuhan pelatih interim, Michael Carrick. Jika Carrick mampu mempertahankan posisi tim di empat besar hingga akhir musim, tiket ke Liga Champions diyakini akan menjadi solusi ampuh untuk memulihkan kembali kesehatan finansial klub.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *