
Nismedia.id - Pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaei, mengungkapkan kesan mendalamnya usai membawa timnya menjuarai turnamen di Jakarta. Dalam sesi konferensi pers, Vahid Shamsaei puji Indonesia sebagai tuan rumah yang sukses menyelenggarakan ajang bergengsi ini dengan sangat baik.
Rasa nyaman selama berada di Jakarta membuat sang juru taktik tak segan memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan masyarakat. Vahid Shamsaei puji Indonesia terutama karena keramahan dan kejujuran yang ia rasakan langsung selama kompetisi berlangsung.
Terpukau Hospitality Tuan Rumah
Shamsaei menilai Indonesia berhasil memberikan pelayanan optimal kepada seluruh peserta Piala Asia Futsal 2026. Legenda hidup futsal dunia ini merasa terhormat dengan sambutan hangat yang diterima timnya sejak awal kedatangan hingga partai puncak.
“Terima kasih banyak untuk kalian semua. Saya melihat banyak kejujuran di sini. Dan juga penghargaan saya kepada semua orang Indonesia untuk hospitality,” ujar Shamsaei dikutip nismedia.id dari Bola.com.
Ritual Unik Bawa Pulang Bola
Di tengah suasana serius konferensi pers usai laga final, Shamsaei melakukan aksi jenaka yang mencuri perhatian. Pelatih berusia 50 tahun itu meminta izin kepada pihak AFC untuk membawa pulang bola yang dipajang di meja konferensi pers sebagai kenang-kenangan pribadi.
Ternyata, hal tersebut merupakan ritual atau tradisi yang selalu ia lakukan setiap kali memenangkan turnamen. Ia ingin mengoleksi bola dari Indonesia Arena untuk melengkapi koleksinya di rumah.
“Jadi, saya selalu harus mengatakan sesuatu. Dalam setiap pertandingan turnamen di Kuwait dan Thailand, saya akan mengambil bola ini setelah meraih trofi. Dan sekarang saya akan mengambilnya kembali,” tuturnya.
Akui Kehebatan Timnas Indonesia
Selain memuji penyelenggaraan, Shamsaei juga memberikan kredit khusus kepada performa Timnas Futsal Indonesia. Menurutnya, anak asuh Hector Souto menunjukkan perkembangan paling signifikan yang pernah ia lihat dalam sejarah futsal Asia.
Pernyataan ini bukan tanpa alasan, mengingat Iran yang merupakan raja futsal Asia dengan 13 gelar juara, dipaksa bekerja keras hingga babak adu penalti oleh Indonesia. Skuad Garuda dinilai mampu memberikan perlawanan seimbang meski akhirnya harus puas menjadi runner-up.






