
Nismedia.id - Sengketa panjang antara UEFA dan Real Madrid akhirnya menemui titik terang setelah bertahun-tahun berseteru di meja hijau. Kedua belah pihak resmi mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan hukum terkait proyek ambisius European Super League (ESL).
Kesepakatan ini menjadi “paku terakhir” bagi peti mati kompetisi tandingan yang sempat menghebohkan dunia sepak bola tersebut. Real Madrid menjadi klub terakhir yang tersisa di proyek ini sebelum akhirnya memilih berdamai dengan otoritas sepak bola Eropa.
Gugatan Miliaran Euro Resmi Dicabut
Sebelumnya, raksasa Spanyol tersebut bersama perusahaan manajemen ESL, A22, telah menggugat UEFA dengan tuntutan ganti rugi sebesar 4 miliar euro atas dugaan monopoli. Padahal, Presiden Real Madrid Florentino Perez sempat menyuarakan keyakinannya akan memenangkan gugatan tersebut pada November 2025 lalu.
Namun, pernyataan bersama yang diterbitkan oleh UEFA, Real Madrid, dan A22 kini menandakan akhir dari proyek tersebut demi kebaikan sepak bola Eropa. “Menyusul diskusi berbulan-bulan, kami mengumumkan kesepakatan prinsip demi kesejahteraan sepak bola klub Eropa,” bunyi pernyataan tersebut sebagaimana dikutip nismedia.id dari OneFootball.
Kronologi Runtuhnya Proyek Super League
Kesepakatan damai ini menekankan pada prinsip prestasi olahraga (sporting merit) serta peningkatan pengalaman penggemar melalui teknologi. Resolusi ini sekaligus menutup sejarah proyek yang pertama kali diluncurkan pada April 2021 dan langsung mendapat penolakan keras dari fans global.
Klub-klub Inggris seperti Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur mundur hanya beberapa hari setelah peluncuran. Juventus menyusul mundur pada 2024, dan Barcelona resmi keluar awal bulan ini, meninggalkan Real Madrid sendirian sebelum kesepakatan ini tercapai.






