Maroko Juara Piala Afrika 2025, Gelar Senegal Resmi Dicabut Konfederasi Sepak Bola Afrika

Maroko Juara Piala Afrika 2025, Gelar Senegal Resmi Dicabut Konfederasi Sepak Bola Afrika
Momen saat Senegal juara piala afrika. (laman: most1058fm.com)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) merilis keputusan mengejutkan yang menetapkan Maroko Juara Piala Afrika 2025. Gelar juara milik Tim Nasional Senegal resmi dicabut usai mereka dinyatakan kalah secara forfeit.

Keputusan kontroversial ini diambil oleh Dewan Banding CAF setelah mengabulkan protes dari Fédération Royale Marocaine de Football (FRMF). Skuad Senegal dinyatakan kalah telak 0-3 karena terbukti melakukan pelanggaran berat.

Penetapan Maroko Juara Piala Afrika 2025 Dan Sanksi Tambahan

Fédération Sénégalaise de Football (FSF) dinilai bertanggung jawab penuh atas pelanggaran Pasal 82 dan 84 Regulasi AFCON, dikutip nismedia.id dari Skor.id. Selain mengubah hasil akhir, CAF juga menjatuhkan sejumlah hukuman terkait insiden laga final.

“Berdasarkan regulasi yang berlaku, pelanggaran tersebut berujung pada sanksi kekalahan otomatis di laga final.”

Selain pencabutan gelar juara, Dewan Banding CAF juga merilis sejumlah daftar sanksi dan denda tambahan yang memengaruhi kedua belah pihak:

  • Ismael Saibari dijatuhi larangan bermain dua laga resmi (satu laga ditangguhkan), sementara denda USD100.000 dibatalkan.
  • FRMF didenda sebesar USD50.000 akibat perilaku ball boy di lapangan.
  • Denda USD100.000 tetap berlaku untuk gangguan di area OFR/VAR.
  • Sanksi penggunaan laser dikurangi menjadi USD10.000.

Kesempatan Terakhir Menuju CAS

Skuad Senegal masih memiliki satu celah hukum terakhir untuk menentang putusan ini. Mereka diberi tenggat waktu selama sepuluh hari untuk membawa kasus ini ke Court of Arbitration for Sport (CAS).

“CAS adalah otoritas tertinggi dalam penyelesaian sengketa olahraga, dan keputusannya bersifat final serta tidak dapat diajukan banding lebih lanjut.”

Jika Senegal tidak segera mengambil langkah banding tersebut, status juara secara mutlak akan tetap menjadi milik tim Maroko sesuai dengan penetapan regulasi turnamen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *