Carolina Marin Umumkan Pensiun, Telah Akhiri Karir Sejak Olimpiade Paris 2024

Redaksi NIS Media

27 Maret 2026

3
menit
Carolina Marin Umumkan Pensiun, Telah Akhiri Karir Sejak Olimpiade Paris 2024
Potret Carolina Marin yang umumkan pensiun (Instagram: @carolinamarin)
Promo Siap Allegiant

Carolina Marín, salah satu pemain bulu tangkis terhebat sepanjang masa, mengumumkan pensiun pada Kamis, 26 Maret 2026. Keputusan ini dia ambil setelah tidak mampu pulih sepenuhnya dari cedera lutut serius ketiga yang dialaminya sejak Olimpiade Paris 2024

Tak lama setelah mengumumkan gantung raket, penghormatan pun mengalir bagi juara dunia tiga kali dan peraih keping emas Olimpiade Rio 2016 itu, mulai dari rekan satu negaranya, Rafael Nadal hingga sejumlah bintang bulu tangkis dunia.

Perpisahan tersebut dia ungkapkan pada melalui unggahan terbarunya di media sosial pribadinya seperti yang dikutip Nismedia.id dari Instagram @carolinamarin. Kabar ini sekaligus mengumumkan bahwa dirinya tidak bisa ter

“Hari ini saya ingin menyampaikan sebuah pesan secara langsung kepada kalian. Perjalanan saya di dunia bulu tangkis profesional telah berakhir, sehingga saya tidak akan tampil pada Kejuaraan Eropa di Huelva,” ujar Marín dalam video yang ia unggah. 

Marín menegaskan bahwa dirinya telah mengakhiri karir di gelanggang bulu tangkis, tepatnya di Paris, Perancis pada ajang Olimpiade Paris 2024. Namun, dia menegaskan bahwa banyak pihak yang tidak mengetahuinya.

“Kami hanya tidak mengetahuinya saat itu,” kata juara Eropa delapan kali itu melalui jejaring sosialnya. Ia mengaku pernah berharap bisa kembali bertanding di kampung halamannya, namun kondisi fisik yang belum memungkinkan membuat rencana tersebut harus ditinggalkan.

Federasi Bulu Tangkis Spanyol (FESBA) menyatakan, Marín memiliki karier istimewa yang sarat kesuksesan, ambisi, serta tekad berprestasi yang menginspirasi generasi. Prestasi Marin telah membuktikan bahwa atlet Eropa mampu bersaing di kancah dunia yang didominasi pemain Asia.

Kantor berita AP mencatat, Marín menjadi satu-satunya pebulu tangkis putri dari luar Asia yang mampu menjuarai nomor tunggal Olimpiade, saat meraih medali emas di Rio de Janeiro pada 2016. Ia juga tercatat sebagai pemain pertama yang menjuarai tiga kejuaraan dunia.

Ia tidak pernah kembali bertanding sejak Olimpiade Paris 2024, ketika mengalami cedera ACL pada lutut kanannya untuk kedua kalinya, di semifinal. Marín terjatuh kesakitan di lapangan, tetapi tetap berusaha melanjutkan pertandingan dengan mengenakan penyangga lutut, dan hanya mampu bertahan dua poin.

“Ketika lutut saya cedera parah untuk ketiga kalinya, saya yakin saya akan pensiun. Namun setelah banyak merenung, saya menyadari bahwa saya akan kecewa jika saya terpaksa pensiun karena cedera,” ungkap Marín pada akhir 2024 lalu.

Marín pertama kali mengalami cedera ACL pada tahun 2019 saat final Indonesia Masters, kemudian cedera kedua di lutut kiri pada 2021 saat latihan jelang Olimpiade Tokyo. Meski berhasil pulih dan kembali meraih prestasi, cedera ketiga di Paris akhirnya menjadi titik balik dalam kariernya.

“Perjalanan saya berakhir di sini. Terima kasih kepada kalian semua karena telah menjadi bagian dari perjalanan saya,” tulis Marín dalam pesan penutupnya. 

Federasi Bulu Tangkis Spanyol tengah menyiapkan upacara penghormatan khusus bagi Marín pada 12 April 2026 di Huelva, bertepatan dengan penutupan Kejuaraan Eropa. Ajang tersebut akan menjadi momen untuk menghormati kontribusi legendaris sang pemain yang telah mengubah wajah bulu tangkis Eropa.

Tinggalkan komentar

Berita Terkait