
Nismedia.id - Borneo FC Samarinda kembali menunjukkan superioritasnya di Stadion Segiri. Dalam lanjutan BRI Super League 2025/26, Rabu (5/11/2025) malam, Dewa United dipaksa menelan kekalahan telak empat gol tanpa balas.
Kemenangan ini semakin memantapkan posisi Pesut Etam di puncak klasemen. Laporan Radar Jogja (6/11/2025) menyebutkan, Borneo FC kini mengoleksi poin sempurna 27 dari sembilan laga yang telah dimainkan.
Gol-gol kemenangan tuan rumah dicetak oleh Christophe Nduwarugira, brace dari Mariano Peralta (dua gol), dan ditutup oleh Joel Vinicius.
Di sisi lain, kekalahan ini tak mengubah posisi Dewa United di papan klasemen, di mana mereka tertahan di peringkat ke-13 dengan baru mengoleksi 10 poin.
Pengakuan Paradoks Jan Olde Riekerink
Di balik kekalahan telak tersebut, ada pengakuan menarik sekaligus paradoks dari pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink.
Ia secara terbuka mengakui bahwa hasil ini sangat mengecewakan. Masalah utamanya pun jelas: lini serang yang tumpul.
“Namun di sisi lain, kami juga tidak bisa menciptakan peluang,” ujar Riekerink, seperti dikutip dari Radar Jogja (6/11/2025).
Pernyataan ini didukung oleh data statistik yang mencengangkan. Radar Jogja yang mengutip data dari Ileague mencatat, Dewa United sebenarnya mampu mendominasi penguasaan bola hingga 63%.
Ironisnya, dominasi bola itu sia-sia. Egy Maulana dan kawan-kawan hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran (on target) sepanjang 90 menit pertandingan.
Riekerink menambahkan bahwa ia telah melakukan sedikit perubahan taktik di babak kedua untuk meningkatkan intensitas serangan. Namun, hal itu tidak berbuah baik dan Banten Warriors justru kebobolan tiga gol tambahan di babak kedua.
Di tengah pengakuan atas buruknya penyelesaian akhir, Riekerink melontarkan klaim yang mengejutkan terkait cara timnya bermain.
“Jika kalian lihat dari cara bermain, saya rasa kami tim yang lebih baik,” imbuhnya.
Meski begitu, ia buru-buru mengklarifikasi bahwa “bermain baik” tidak ada artinya jika tidak berkualitas dalam menyerang. Ia secara jantan mengakui keunggulan Borneo FC dalam aspek krusial tersebut.
“Namun kalau melihat bagaimana cara menciptakan peluang, Mereka (Borneo) tim yang lebih baik dan itu juga bagian dari kualitas,” jelasnya.






