
Willem II berhasil meraih kemenangan penting dalam laga pekan ke-34 Eredivisie 2025-2026 melawan Jong PSV. Pertandingan yang berlangsung di Koning Willem II Stadion pada Sabtu dini hari WIB, 4 April 2026, berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.
Gol satu-satunya dalam pertandingan ini tercipta sangat awal, tepat pada menit ke-9. Pemain depan Willem II, Thomas Verheijdt, menjadi pahlawan timnya setelah berhasil mencetak gol pembuka yang kemudian menjadi penentu kemenangan.
Dikutip Nismedia.id dari Instagram resmi @willemii, aksi Verheijdt yang memanfaatkan peluang dengan baik membuat skuad asuhan pelatih Willem II langsung unggul sejak awal babak pertama. Sejak saat itu, tim tuan rumah mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan.
Kemenangan ini tentu menjadi kabar baik bagi Willem II yang kini semakin mengukuhkan posisinya di papan atas klasemen. Namun, di balik kemenangan tersebut, masih ada masalah yang menghantui salah satu pemain mereka yang berdarah Indonesia, Nathan Tjoe-A-On.
Bek kiri tersebut hingga saat ini masih belum bisa tampil maupun berlatih bersama tim akibat masalah terkait paspor dan izin kerja di Belanda. Kasus ini menjadi sorotan luas setelah nama Nathan masuk dalam daftar pemain yang bermasalah secara administratif oleh otoritas setempat.
Masalah ini bermula setelah Nathan dan beberapa pemain lainnya melakukan naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Perubahan status kewarganegaraan membuat mereka tidak lagi dikategorikan sebagai warga Uni Eropa, sehingga harus memenuhi syarat khusus untuk mendapatkan izin kerja di kompetisi Belanda.
Menurut penjelasan yang beredar, pemain non-Uni Eropa wajib memiliki izin kerja yang sah serta memenuhi standar gaji minimum yang ditetapkan. Hingga saat ini, proses penyelesaian dokumen tersebut masih berlangsung dan belum ada kepastian kapan Nathan bisa kembali berkarir secara penuh.
PSSI sendiri telah memberikan klarifikasi terkait kasus ini. Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menyatakan bahwa masalah yang dialami Nathan dan rekan-rekannya murni merupakan urusan administrasi di Belanda dan tidak mempengaruhi status mereka sebagai WNI yang sah.
“Seluruh proses naturalisasi yang dilakukan semua pemain sah dan sesuai dengan peraturan hukum di Indonesia. Masalah yang ada di klub-klub Eredivisie adalah masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di negara tersebut,” ujar Sumardji dalam keterangan resmi.
Sementara itu, pihak federasi sepak bola Belanda (KNVB) dan liga masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan langkah selanjutnya. Sampai masalah ini selesai, Nathan Tjoe-A-On harus menahan diri untuk tidak bisa berkontribusi langsung di lapangan bersama Willem II.
Kasus ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi perkembangan karier pemain keturunan Indonesia yang bermain di luar negeri. Banyak pihak berharap agar masalah ini bisa segera diselesaikan dengan baik agar para pemain bisa kembali fokus pada performa di lapangan.














Tinggalkan komentar