
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menolak menyerah dalam perebutan gelar juara BRI Super League 2025-2026. Hal ini ditegaskan setelah Macan Kemayoran takluk 3-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (5/4/2026).
Kekalahan tersebut membuat Persija Jakarta kini tertinggal sembilan poin dari Persib Bandung di puncak klasemen. Meski sempat bermain dengan sepuluh orang akibat kartu merah Jordi Amat, mereka dituntut tetap berjuang maksimal di sisa musim ini.
Evaluasi Konsistensi Permainan Persija Jakarta
Dikutip nismedia.id dari Skor.id, masalah utama yang kini membayangi tim adalah konsistensi dalam menjaga keunggulan. Persija sempat memimpin pertandingan lewat gol cepat Muhammad Rayhan Hannan dan Fabio Calonego, namun akhirnya kecolongan gol pada menit-menit krusial.
“Tapi saya tidak ragu, tim yang mau jadi juara tidak boleh membiarkan poin terbuang begitu saja seperti yang sudah kami alami di pertandingan-pertandingan terakhir,” kata Mauricio.
Fokus Berjuang Di Sisa Laga Super League
Mantan pelatih Madura United itu mengingatkan pasukannya bahwa secara hitung-hitungan matematis, peluang juara belum tertutup. Terdapat maksimal 24 poin yang masih bisa direbut dalam delapan laga sebelum musim kompetisi berakhir.
“Jadi, selama secara matematis kami masih memiliki kesempatan dalam perolehan poin, kami akan terus berjuang keras sampai pertandingan terakhir kompetisi ini,” tegas Mauricio.














Tinggalkan komentar