
Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, secara tegas mewajibkan Timnas Iran untuk tetap berpartisipasi pada ajang Piala Dunia 2026. Sikap ini sekaligus mengabaikan larangan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Sebelumnya, Trump secara tersurat menolak kehadiran skuad negara tersebut di wilayahnya menyusul eskalasi politik yang sedang memanas. Namun, FIFA menilai sepak bola harus selalu dijauhkan dari segala urusan politik internasional.
Penolakan Donald Trump Terhadap Timnas Iran
Polemik ini bermula dari pernyataan keras pemimpin negara penyelenggara turnamen di media sosial pribadinya, Truth Social. Keamanan serta keselamatan para pemain dijadikan sebagai alasan utama terkait wacana pelarangan tersebut.
Di sisi lain, keraguan juga muncul dari pihak negara peserta. Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, sebelumnya menyatakan ketidakpastian tim nasionalnya untuk tampil di turnamen bergengsi tersebut. Informasi ini dikutip nismedia.id dari BolaSport.com.
“Tim nasional sepak bola Iran dipersilakan datang ke Piala Dunia. Tetapi, saya rasa tidak pantas kalau mereka datang ke AS, untuk kehidupan dan keselamatan mereka sendiri,” ujar Trump.
“Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kita, dalam keadaan apa pun kita tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ungkap Donyamali.
Sikap Tegas FIFA Untuk Piala Dunia 2026
Merespons situasi tersebut, pria keturunan Italia yang memimpin induk sepak bola dunia itu menegaskan bahwa para pemain telah berkomitmen penuh. Ia juga secara resmi menolak permintaan pemindahan lokasi pertandingan atau venue ke wilayah Meksiko.
Saat ini, skuad Team Melli dijadwalkan melakoni fase grup di Los Angeles melawan Selandia Baru dan Belgia, serta di Seattle menghadapi Mesir. Otoritas kompetisi berharap situasi politik dapat segera mereda agar laga berjalan lancar.
“Kami berharap pada saat itu, tentu saja, situasinya akan damai, itu pasti akan membantu,” kata Infantino.
“Tetapi Iran harus datang, tentu saja. Mereka mewakili rakyat mereka. Mereka telah lolos kualifikasi. Para pemain ingin bermain,” tambahnya.
“Mereka harus bermain karena olahraga seharusnya berada di luar politik,” pungkasnya.














Tinggalkan komentar