
Pertandingan La Liga 2025-2026 antara Real Betis dan Real Madrid berakhir imbang dengan skor 1-1, hasil yang menyisakan rasa tak puas bagi kedua kubu. Gol dramatis di menit injury time dari Hector Bellerin membuat Alvaro Arbeloa geram tidak mendapatkan penalti dari wasit.
Gol pembuka dalam laga Real Betis dan Real Madrid dicetak Vinicius Junior pada menit ke-17. Sementara tim tuan rumah baru berhasil mencatat gol penyama pada penghujung pertandingan tepatnya di menit ke-90+4 melalui Hector Bellerin. Hasil ini memicu perdebatan panas seputar keputusan wasit.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa tak menyembunyikan kekecewaannya saat memberikan tanggapan usai laga. Ia menilai setidaknya ada dua keputusan krusial yang seharusnya menguntungkan timnya namun tidak mendapatkan perhatian dari wasit.
“Bagi saya itu jelas penalti. Tangan pemain Betis terbuka, tidak dekat dengan tubuh, saat menghalau shot dari Brahim. Hal yang sama juga saat Mendy yang memenang posisi, tapi terkena tarikan/pegangan dari lawan,” tegas Arbeloa pada konferensi pers sepertti dikutip Nismedia.id dari laman resmi realmadrid.com.
Menanggapi pernyataan Alvaro Arbeloa, mantan pemain legendaris Real Betis menyatakan bahwa seluruh keputusan ada di tangan pengadil lapangan. Wasit bisa saja mengumumkan keputusan yang adil maupun tidak adil.
“Padahal itu hal dasar dalam sepakbola, kadang adil, kadang juga tidak adil. Tapi hal seperti ini sudah kami alami beberapa kali. Saya rasa itu 2 keputusan yang mempengaruhi laga,” jelasnya kepada awak media saat ditemui usai laga.
Di sisi lain, Hector Bellerin memberikan pandangan yang lebih seimbang meski mengakui ada banyak momen yang bisa diperdebatkan. Bek yang mencetak gol penyeimbang itu menyatakan bahwa setiap tim selalu memiliki alasan untuk memprotes keputusan yang tidak menguntungkan mereka. Ia mengajak semua pihak untuk melihat situasi dari dua sisi yang berbeda.
“Ya kami juga bisa protes handball Brahim Diaz. Memang begitulah sepakbola, kadang adil, kadang tidak,” ujar Bellerin saat ditanya wartawan mengenai keluhan dari kubu Real Madrid.
Bellerin juga memberikan tanggapan yang berimbang terkait insiden yang dikeluhkan oleh Arbeloa. Menurutnya, jika keputusan harus diambil berdasarkan keluhan satu pihak, maka keputusan yang sama juga harus berlaku untuk kejadian lain yang terjadi di lapangan.
“Kalau ingin wasit meniup peluit untuk pelanggaran Antony ke Mendy, harus minta tiup peluit juga saat handball Brahim. Tapi saya memahami tugas wasit, kadang sulit membuat keputusan tepat setiap saat,” tambahnya dengan nada santai.
Hasil imbang ini membuat Real Madrid semakin tertinggal dari posisi puncak klasemen, sementara Real Betis tetap bertahan di barisan tengah yang kompetitif. Kedua tim kini harus segera berbenah dan fokus pada target masing-masing di sisa kompetisi yang semakin menentukan.














Tinggalkan komentar