Evaluasi Laga Perdana Thomas Cup 2026, Skuad Merah Putih Keluhkan Laju Kok

Redaksi NIS Media

25 April 2026

2
menit
Evaluasi Laga Perdana Thomas Cup 2026, Skuad Merah Putih Keluhkan Laju Kok
Potret Anthony Ginting pada laga pertama Thomas Cup. (laman: pbsi.id)
Promo Siap Allegiant

Tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, beserta kolega menghadapi tantangan teknis usai melakoni laga perdana penyisihan Grup D Thomas Cup 2026. Meski sukses menang telak 5-0 atas Aljazair pada Jumat (24/4/2026), tim Merah Putih dituntut melakukan adaptasi lapangan dengan lebih cepat.

Kemenangan sempurna yang diraih di Forum Horsens, Denmark tersebut rupanya belum memuaskan jajaran pelatih secara keseluruhan. Skuad kebanggaan tanah air ini diminta untuk segera membenahi kendala teknis di lapangan demi berjuang maksimal pada laga krusial berikutnya.

Evaluasi Teknis Dan Laju Shuttlecock

Pelatih Kepala Tunggal Putra, Indra Widjaja, secara khusus menyoroti laju shuttlecock yang dinilai terlalu kencang saat pertandingan berlangsung. Hal teknis ini menjadi catatan dan evaluasi utama sebelum wakil Indonesia bersua lawan berat, Thailand.

Seperti informasi yang dikutip nismedia.id dari detik.com, kendala laju kok kencang ini sejatinya merupakan hal yang sudah biasa dihadapi para atlet. Indra menegaskan bahwa tim pelatih akan segera menyesuaikan kembali taktik dan strategi agar permainan anak asuhnya berjalan mulus.

“Penyesuaian lapangan akan bisa lebih baik untuk ketemu Thailand lusa, karena memang kami melihat sepertinya shuttlecock-nya agak kencang,” ujar Indra mengevaluasi.

“Yang penting target utamanya tampil maksimal, kalah menang yang penting kalian membanggakan,” tambah Indra terkait motivasinya kepada tim.

Persiapan Matang Menghadapi Thailand

Merespons tantangan tersebut, Ginting menyatakan kesiapannya untuk segera berbenah. Ia berencana memanfaatkan waktu jeda turnamen selama satu hari secara optimal untuk memvisualisasikan ulang jalannya pertandingan kemarin ke dalam sesi latihan pemulihan.

Penyesuaian secara mendetail ini sangat krusial bagi tim Indonesia agar terhindar dari kesalahan teknis akibat kecepatan bola yang tidak biasa. Langkah ini diambil guna memastikan skuad Merah Putih tampil tanpa cela di pertandingan penentu grup selanjutnya.

“Dicoba apa yang mungkin tadi masih belum enak, coba buat semaksimal mungkin untuk siapin ke match berikutnya,” kata Ginting.

Tinggalkan komentar

Berita Terkait