
Penyerang Leeds United, Dominic Calvert-Lewin, menjadi sorotan tajam karena terhindar dari hukuman kartu merah. Insiden ini terjadi saat ia kedapatan menarik rambut Marc Cucurella dalam laga semifinal Piala FA 2025-2026 antara Chelsea melawan Leeds United di Stadion Wembley, Minggu (25/4/2026).
Pertandingan krusial tersebut pada akhirnya berhasil dimenangkan oleh skuad Chelsea dengan skor tipis 1-0. Keputusan wasit yang meloloskan sang penyerang dari hukuman berat sontak memicu perdebatan panas di kalangan penggemar sepak bola.
Keputusan Kontroversial VAR Calvert-Lewin
Kejadian bermula ketika peninjauan Video Assistant Referee (VAR) dilakukan untuk melihat indikasi pelanggaran penarikan rambut. Dikutip nismedia.id dari Kompas.com, hasil evaluasi tersebut secara mengejutkan memutuskan bahwa Calvert-Lewin tidak layak diusir keluar lapangan hijau.
Keputusan ini dinilai sangat ironis jika merujuk pada peristiwa yang melibatkan bek Manchester United, Lisandro Martinez, sekitar pertengahan bulan ini. Saat itu, Martinez langsung diganjar kartu merah oleh wasit Paul Tierney karena menarik rambut Calvert-Lewin.
Reaksi Ironis Calvert-Lewin Dan Penggemar
Sebelumnya, sang striker Leeds United sempat memberikan pernyataan usai insiden dengan Martinez dan sepakat dengan keputusan wasit.
“Saya merasa rambut saya ditarik dan tentu saja saya memberi tahu wasit, dialah yang membuat keputusan pada akhirnya. Sayang sekali untuknya, entah dia sengaja atau tidak, saya tidak menyimpan dendam, tetapi ya sudahlah.”
Kini, berbagai kecaman dari penggemar mengalir deras di media sosial yang mempertanyakan standar ganda otoritas pertandingan.
“Ironisnya Calvert Lewin tidak diusir karena menarik rambut.”
“Calvert Lewin seharusnya diusir karena menarik rambut. Ketika rambutnya ditarik baru-baru ini, pemain lawan yang diusir.”














Tinggalkan komentar