
Manajemen raksasa Spanyol secara resmi melayangkan tuntutan balasan akibat perselisihan hukum terkait polemik Kasus Negreira Barcelona yang kembali memanas. Langkah ini diambil setelah rival abadi mereka menyerahkan dokumen resmi secara sepihak kepada pihak otoritas tertinggi Eropa.
Presiden FC Barcelona, Rafael Yuste Abel, mendesak tindakan tegas terhadap pimpinan lawan demi menjaga nama baik kompetisi domestik. Manajemen menganggap tuduhan yang dilemparkan sudah sangat merusak citra sepak bola profesional.
Tuntutan Hukum Terkait Kasus Negreira Barcelona
Kubu Barcelona mengirimkan surat resmi kepada pengelola kompetisi sepak bola Spanyol sebagai bentuk perlawanan nyata. Surat protes tersebut ditujukan langsung kepada petinggi Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) dan komite wasit setempat.
Tindakan ini dipicu oleh statement kontroversial Presiden Real Madrid, Florentino Perez, yang menuduh adanya rekayasa perolehan trofi juara. Informasi mengenai konflik luar lapangan ini dikutip nismedia.id dari kompas.com.
“FC Barcelona meyakini bahwa pernyataan-pernyataan ini, selain tidak benar, juga sangat merusak kehormatan dan citra kompetisi Liga Divisi Pertama.”
Desakah Penyelidikan Dari Pihak Real Madrid
Di sisi lain, manajemen Real Madrid terlebih dahulu mendesak badan tertinggi Eropa untuk membuka kembali penyelidikan disiplin. Mereka meyakini aliran dana masa lalu dari rivalnya telah mencederai asas fair play.
Madrid merasa penuntasan polemik mantan wakil presiden komite wasit tersebut berjalan sangat lambat. Hal itu dianggap dapat membahayakan kredibilitas institusi olahraga internasional jika terus dibiarkan berlarut-larut.
“Dalam konteks ini, Real Madrid mendesak dimulainya kembali proses disiplin yang dimulai oleh UEFA, karena menganggap tidak dapat diterima bahwa situasi ini telah berlarut-larut.”














Tinggalkan komentar