Lampaui Ronaldo Nazario, Kylian Mbappe Cetak Rekor Enam Brace di Tiga Edisi Piala Dunia Berbeda

Redaksi NIS Media

23 Juni 2026

2
menit
Lampaui Ronaldo Nazario, Kylian Mbappe Cetak Rekor Enam Brace di Tiga Edisi Piala Dunia Berbeda
Potret Kylian Mbappe yang lampaui rekor Ronaldo 9 (Instagram: @ronaldo)
Promo Siap Allegiant

Penyerang andalan Timnas Prancis, Kylian Mbappe kembali mengukir nama besarnya di lembaran sejarah Piala Dunia. Setelah mencetak brace lawan Irak, Pemain Real Madrid itu melampaui rekor Ronaldo Nazario.

Berkat pencapaian itu, Mbappe resmi tercatat sebagai pemain pertama sepanjang masa yang mampu mengumpulkan enam kali brace di edisi Piala Dunia yang berbeda-beda. Keenam rekor tersebut tersebar dalam tiga edisi berbeda yaitu pada tahun 2018 di Rusia, dilanjutkan tahun 2022 di Qatar, dan 2026.

Sebelum catatan baru ini tercipta, rekor serupa dipegang erat oleh legenda sepak bola asal Brasil, Ronaldo Nazario. Sang fenomena yang akrab disapa Ronaldo 9 berhasil mencetak total empat kali brace di 2 edisi berbeda yaitu 1998 dan 2002.

Pencapaian Mbappe dianggap sebagai tonggak penting yang sulit terkejar oleh siapa pun dalam waktu dekat. Hal ini menjadi bukti nyata betapa istimewanya perjalanan karir pemain kelahiran Bondy tersebut.

Sejak pertama kali tampil di usia remaja pada Piala Dunia 2018, Mbappe langsung menunjukkan kualitas yang melampaui standar pemain seusianya. Ia tidak hanya sekedar hadir melengkapi skuad, melainkan langsung menjadi penentu kemenangan.

Pada edisi selanjutnya di Qatar, penampilan sang penyerang semakin matang dan tajam meski harus puas menjadi juara kedua setelah kalah adu penalti dari Argentina. Ia menjadi bintang utama dengan sejumlah gol krusiala.

Memasuki edisi tahun 2026, Mbappe datang bukan lagi sebagai penantang muda, melainkan sebagai kapten. Dikutip dari laporan Nismedia.id dari Instagram @fifaworldcup, Kylian Mbappe mencatat brace keduanya di edisi Piala Dunia 2026.

Teknik penyelesaian serangannya semakin cerdas dan kecepatan khasnya tetap menjadi senjata utama yang menyulitkan setiap barisan pertahanan lawan. Pertemuan dengan Irak menjadi salah satu momen pembuktian bahwa tajinya belum tumpul.

Rekor enam kali brace di tiga periode berbeda memiliki nilai ganda yang sangat istimewa. Hal ini tidak hanya bicara soal ketajaman di depan gawang, melainkan juga menyangkut kebugaran fisik dan ketahanan mental.

Di usia yang masih tergolong muda untuk ukuran penyerang elit, peluang bagi Kylian Mbappe untuk terus menambah jumlah catatan di piala dunia masih sangat terbuka lebar. Ia berpeluang menambah jumlah gol maupun mencetak rekor baru.

Tinggalkan komentar

Berita Terkait