
Nismedia.id - Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) resmi menjatuhkan sanksi finansial kepada sejumlah klub besar Eropa seperti Chelsea, Juventus, Newcastle United, hingga Aston Villa. Keputusan ini menyusul hasil pemantauan kepatuhan regulasi keberlanjutan keuangan untuk musim 2025-2026.
Chelsea dinyatakan melanggar aturan Rasio Biaya Skuad atau Squad Cost Ratio (SCR). Ketentuan ini mewajibkan biaya operasional tim utama tidak melebihi 70 persen dari total pendapatan klub pada tahun pelaporan 2025.
UEFA menjatuhkan denda sebesar 3 juta Euro kepada Chelsea. Namun, tidak seluruh jumlah itu harus dibayarkan secara langsung dan mutlak. Sebanyak 2 juta Euro dari total denda bersifat bersyarat atau ditangguhkan.
Dikutip Nismedia.id dari media Goal, dana bersyarat itu hanya akan ditagih jika Chelsea gagal menunjukkan perbaikan posisi keuangan yang berkelanjutan hingga tahun 2026. Jika manajemen mampu menjaga tren positif, jumlah tersebut tidak perlu disetorkan.
Komite Pengendalian Keuangan Klub UEFA, Club Financial Control Body (CFCB) mengakui adanya pergerakan positif dari sisi keuangan Chelsea. Pengakuan inilah yang menjadi dasar pertimbangan sehingga besaran denda kali ini lebih ringan dibandingkan kasus pelanggaran sebelumnya.
“Kami melihat adanya tren perbaikan struktur keuangan yang konsisten dari pihak klub. Oleh karena itu, sanksi yang diberikan sudah disesuaikan dengan kemajuan yang telah dicapai,” ungkap perwakilan CFCB dalam pernyataan resminya.
Selain Chelsea, nama besar lain yang juga masuk dalam daftar sanksi adalah Juventus. Klub legendaris Italia ini terbukti tidak memenuhi ketentuan terkait pendapatan dan keseimbangan anggaran yang berlaku untuk periode yang sama. Namun, rincian jumlah denda bagi Bianconeri belum dijelaskan secara terperinci dalam rilis awal ini.
Newcastle United dan Aston Villa turut tercatat melanggar aturan SCR yang sama. Keduanya diketahui menghabiskan biaya skuad di atas batas maksimal yang ditetapkan UEFA untuk tahun buku 2025. Hingga kini, rincian nominal hukuman bagi kedua tim ini masih dalam tahap penyelesaian administrasi.
Pihak UEFA menegaskan bahwa penegakan aturan ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi sepak bola Eropa. Setiap klub diharapkan mengelola pengeluaran sejalan dengan kemampuan pendapatannya agar tidak terjadi ketimpangan persaingan antar tim.
Keputusan ini juga menjadi sinyal jelas bagi seluruh pengurus klub di benua biru. Standar keuangan akan semakin diperketat setiap tahunnya dan tidak ada pengecualian bagi tim yang memiliki sejarah prestasi gemilang sekalipun.
Pemantauan ketat terhadap perkembangan laporan keuangan keempat klub ini akan terus dilakukan hingga tahun 2026. Jika target perbaikan tidak tercapai, akan diberlakukan ancaman hukuman yang lebih berat, termasuk pembatasan transfer.






