
Persebaya Surabaya harus berbagi satu poin dengan Garudayaksa FC pada pekan ketiga BRI Super League 2026-2027. Laga yang berlangsung di Stadion GBT Surabaya pada Sabtu, 19 September sore ini berakhir dengan skor imbang 1-1.
Sejak awal pertandingan, Persebaya mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Namun, Garudayaksa tampil sangat disiplin dalam bertahan dan menyulitkan lini tuan rumah. Babak pertama berakhir tanpa gol meskipun Persebaya terlihat lebih menguasai jalannya permainan.
Babak kedua baru berjalan dua menit ketika Miguel Pereira berhasil menjaringkan gawang lawan dan membuat stadion meledak dengan sorak sorai. Kebahagiaan itu segera terhenti karena wasit merujuk ke pengecekan VAR dan memutuskan membatalkan gol tersebut karena posisi pemain berada dalam kondisi offside.
Dikutip Nismedia.id dari Instagram @officialpersebaya, tekanan terus dilakukan Persebaya hingga akhirnya pada menit ke-85, Alex Martins Ferreira muncul sebagai penentu gol melalui umpan akurat dari Jefferson Silva. Ribuan suporter Bonek kembali bersorak riang saat gol itu sah dan Persebaya sementara unggul 1-0.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama karena hanya empat menit berselang, tepatnya pada menit ke-89, Al Hamra Hehanussa berhasil menyamakan kedudukan untuk Garudayaksa. Ia memanfaatkan celah di pertahanan Persebaya untuk menembus gawang tuan rumah dan mengubah skor menjadi 1-1.
Dengan hasil imbang ini, Persebaya kini mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan yang telah dijalani. Sementara itu, Garudayaksa FC berhasil meraih dua poin di musim ini. Kedua tim tentu ingin tampil lebih tajam dan konsisten pada pekan berikutnya.
Para suporter di tribun tetap memberikan dukungan penuh meski hasil imbang harus diterima di kandang sendiri. Mereka menyadari bahwa musim masih panjang dan setiap poin sangat berharga dalam persaingan yang ketat. Dukungan tanpa syarat dari para Bonek selalu menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk tampil lebih baik.
Semua pihak kini beralih fokus Bajol Ijo ke persiapan pertandingan berikutnya Adhyaksa pada 9 Oktober 2026. Kemampuan tim untuk bangkit dan belajar dari setiap pertandingan akan menjadi kunci utama meraih target yang diinginkan.














Tinggalkan komentar