Eko Yuli Irawan Tuntaskan Aksi Terakhir Di Asian Games Dengan Finis Peringkat Keempat

Eko Yuli Irawan Tuntaskan Aksi Terakhir Di Asian Games Dengan Finis Peringkat Keempat
Promo Allegiant

Nismedia.id - Lifter senior Indonesia, Eko Yuli Irawan, resmi menyelesaikan perjuangannya pada nomor 65kg putra di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Kamis (24/9/2026). Kiprah Eko Yuli Irawan di Asian Games 2026 ini harus berakhir di peringkat keempat setelah mencatatkan total angkatan 302kg.

Meskipun belum berhasil menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia, atlet berusia 37 tahun tersebut sukses menuntaskan seluruh proses perlombaan. Hasil ini memutus catatan kelam kekalahan pada dua edisi turnamen besar sebelumnya yang sempat membayanginya.

Perjuangan Eko Yuli Irawan di Asian Games 2026

Pada sesi snatch, atlet senior Tanah Air ini berhasil mengamankan beban tertinggi seberat 135kg. Persaingan sengit untuk mengamankan posisi podium berlanjut saat memasuki persaingan di sesi clean and jerk sebagaimana dikutip nismedia.id dari BolaSport.com.

Peluang merebut posisi ketiga terbuka lebar tatkala sang lifter mencoba mengejar perolehan nilai dari pesaing utamanya asal Vietnam. Ia membutuhkan keberhasilan angkatan tinggi demi menipiskan selisih poin serta melampaui capaian lawan di atas panggung persaingan.

Pada percobaan terakhir, ia berani menaikkan target angkatan hingga mencapai beban 175kg demi berjuang maksimal mengamankan posisi podium. Namun, upaya pamungkas tersebut belum membuahkan hasil manis setelah ia gagal mengangkat barbel dengan sempurna sebelum terjatuh di arena.

Penutup Perjalanan Panjang Sang Lifter Legendaris

Ajang pesta olahraga terbesar se-Asia edisi kali ini menjadi penanda genap dua dekade perjalanan kariernya di panggung internasional sejak debut pada 2006. Sepanjang kiprahnya, sang atlet telah mempersembahkan deretan prestasi membanggakan termasuk satu medali emas pada edisi 2018.

Keberhasilan menuntaskan perlombaan hingga akhir menjadi penghapus kekecewaan usai sempat mengalami kegagalan pada edisi sebelumnya di Hangzhou dan Paris. Ketangguhan mental yang ditunjukkan di atas panggung tetap membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu atlet terbaik Merah Putih.

Sementara itu, rekan setimnya yakni Ricko Saputra yang bertanding di kelas 60kg putra juga harus puas berada di luar posisi tiga besar. Ricko mengakhiri persaingan di peringkat keempat dengan total angkatan 298kg atau hanya berselisih tipis 1kg dari sang peraih medali perunggu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *