
Nismedia.id - Atlet panahan Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah, dibanjiri bonus uang tunai sebesar satu miliar rupiah dan satu unit mobil listrik usai mencatatkan prestasi gemilang. Atlet muda berusia 20 tahun tersebut sukses mengamankan medali Emas bersejarah Asian Games 2026 di Jepang pada nomor Women’s Individual. Keberhasilan ini tidak hanya membanggakan seluruh masyarakat di tanah air, tetapi juga mengukir tinta emas bagi cabang olahraga panahan nasional.
Penyerahan apresiasi bergengsi tersebut berlangsung dalam acara bertajuk Syukuran Medali Emas Panahan Indonesia di Beranda Kitchen, Jakarta Selatan, pada Jumat (16/10/2026) malam WIB. Bonus uang tunai diserahkan langsung oleh Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), Arsjad Rasjid, sedangkan unit mobil listrik diberikan oleh Manajer Tim Panahan Indonesia, Azis Armand. Sejumlah tokoh olahraga nasional turut hadir memberikan ucapan selamat, di antaranya Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, serta Ketua Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie.
Capaian Emas Bersejarah Asian Games 2026 Lewati Korea Selatan
Pencapaian luar biasa yang diukir oleh pemanah yang akrab disapa Hani ini menjadi tonggak baru bagi dunia olahraga nasional. Untuk pertama kalinya dalam sejarah partisipasi di pesta olahraga multicabang terbesar di Asia tersebut, wakil Merah Putih berhasil merebut podium tertinggi di cabang olahraga panahan. Prestasi ini kian terasa istimewa lantaran Indonesia sukses mematahkan dominasi kuat negara raksasa panahan dunia, Korea Selatan.
Ketua Umum Perpani, Arsjad Rasjid, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perjuangan gigih seluruh anggota tim di lapangan. Pria berusia 56 tahun tersebut mengapresiasi tinggi konsistensi para atlet serta jajaran pelatih yang telah melampaui ekspektasi. “Hari ini adalah hari yang kita syukuri. Kita bersyukur karena alhamdulillah Indonesia itu tidak pernah memenangi emas di Asian Games. Dan ini adalah pertama kalinya untuk panahan Indonesia,” kata Arsjad Rasjid.
Arsjad juga menekankan bahwa keberhasilan menembus panggung tertinggi Asia tidak diraih secara instan, melainkan lewat tempaan latihan keras dan doa dari seluruh rakyat Indonesia. Ia menyampaikan bahwa kemenangan atas dominasi Korea Selatan membuktikan bahwa kapasitas pemanah tanah air kini sejajar dengan tingkat elite dunia. “Ini adalah mengukir sejarah, dan di sinilah kita ingin bersyukur. Selain kerja keras dari atlet, dari Hani contohnya, tetapi juga perlu dukungan dan doa. Yang luar biasanya, kita melewati Korea pada waktu itu,” tutur Arsjad.
Apresiasi Melimpah Dan Target Olimpiade Los Angeles 2028
Pemberian bonus berupa uang tunai satu miliar rupiah dan mobil listrik diharapkan dapat memicu semangat para atlet untuk terus berprestasi di tingkat internasional. Perpani memastikan bahwa apresiasi tidak hanya berhenti pada peraih medali, melainkan juga menyasar para pelatih dan tim pendukung yang telah bekerja keras di balik layar. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen federasi dalam membangun ekosistem olahraga yang sejahtera dan berkelanjutan.
Usai menaklukkan panggung Asia, Perpani langsung mengalihkan fokus pembinaan jangka panjang menuju ajang yang lebih tinggi. Arsjad Rasjid menegaskan bahwa capaian di Jepang harus dijadikan batu loncatan utama untuk menembus persaingan di tingkat dunia. “Jadi, ini adalah satu kunci keberhasilan yang harus dibanggakan. Dan di sinilah harapan bahwa insyaallah kita bisa dapat medali yang lebih baik lagi nanti di Olimpiade 2028,” ucap Arsjad.
Target tinggi menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dinilai sangat realistis mengingat usia Hani yang masih sangat muda dan memiliki potensi berkembang sangat pesat. Seluruh jajaran pengurus federasi dan pembina olahraga nasional bertekad untuk memberikan fasilitas serta program try out internasional yang optimal. Sinergi antara pemerintah, federasi, dan sponsor akan terus diperkuat demi menjaga stabilitas performa para atlet Merah Putih.
Kebanggaan Dan Harapan Nurisa Dian Ashrifah
Bagi Nurisa Dian Ashrifah, penghargaan yang diterimanya menjadi kenangan yang sangat mengesankan dalam karier profesionalnya. Terlebih lagi, ajang yang berlangsung di Jepang tersebut merupakan penampilan debut sang atlet di pentas Asian Games. Keberhasilan menyumbang medali emas pada kesempatan pertama membuktikan kualitas mentalitas bertandingnya yang sangat matang.
Hani menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan dan porsi latihan maksimal baginya. Ia mengaku tidak menyangka penampilan perdananya di ajang multicabang internasional akan membuahkan hasil tertinggi bagi bangsa. “Pertama, terima kasih banyak untuk Pak Arsjad Rasjid, Pak Azis, dan Pak Iman yang telah memberikan apresiasi yang sangat mengesankan bagi saya. Karena pertama kali ini saya ikut di Asian Games dan alhamdulillah langsung meraih emas untuk cabang olahraga panahan,” ungkap Hani.
Pemanah muda kebanggaan bangsa tersebut kini makin termotivasi untuk melangkah ke tingkat kompetisi tertinggi di dunia. Ia memendam impian besar untuk tampil dan menyumbangkan medali pada ajang Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang. “Iya, ingin sekali. Karena memang dari dulu saya ingin, semoga bisa mengikuti Olimpiade. Dan jika saya bisa berkesempatan untuk memenangkan medali Olimpiade, itu suatu hadiah yang spesial buat saya,” kata Hani menuturkan harapannya.
Sumber: BolaSport






