Nova Arianto Soroti Menit Bermain Pemain Timnas Indonesia U-20 di Super League

Nova Arianto Soroti Menit Bermain Pemain Timnas Indonesia U-20 di Super League
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, menyoroti masalah menit bermain pemainnya di kasta tertinggi sepak bola tanah air, Super League. Permasalahan ini menjadi perhatian serius jajaran pelatih jelang keikutsertaan Skuat Garuda Muda pada putaran final Piala Asia U-20 2027 di China. Minimnya jam terbang di level klub dikhawatirkan dapat memengaruhi tingkat kebugaran fisik serta kesiapan mental para pemain muda saat berjuang maksimal membawa nama Merah Putih di kancah internasional.

Garuda Nusantara sebenarnya berhasil mengamankan tiket kelulusan usai tampil impresif sepanjang babak kualifikasi dengan catatan lima gol tanpa pernah kebobolan. Namun, persaingan ketat yang dipadati pemain senior serta pemain asing di Super League membuat mayoritas penggawa muda kesulitan menembus starting eleven. Kondisi ini memaksa tim pelatih memutar otak guna menjaga ritme bertanding anak asuhnya di tengah keterbatasan waktu pemusatan latihan.

Pesan Khusus Nova Arianto

Nova mengakui bahwa situasi minimnya jam terbang pemain di kasta tertinggi menjadi catatan merah bagi staf kepelatihan tim nasional. Persaingan ketat di liga domestik membuat para talenta muda lebih sering menghangatkan bangku cadangan atau bahkan tidak masuk dalam daftar susunan pemain. Mantan bek tim nasional tersebut meminta para pemain seperti Nazriel Alfaro dan I Putu Panji untuk tetap profesional dalam menjaga kondisi fisik.

“Ya itu menjadi catatan buat kami ya, karena kalau pemain-pemain yang di Super League pastinya jarang mendapatkan jam bermain,” ujar Nova. Pernyataan tersebut disampaikan sang pelatih saat memberikan keterangan di Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta.

“Saya minta pemain bisa menjaga kondisinya. Saya juga berharap klub bisa memberikan kesempatan kepada pemain-pemain di Timnas U-20 untuk mendapat kesempatan bermain,” kata Nova melengkapi pernyataannya. Nova melayangkan permohonan khusus tersebut kepada manajemen dan jajaran pelatih klub agar lebih berani memercayakan posisi bertanding kepada talenta muda Merah Putih.

Kondisi Kontras di Championship dan Agenda Pemusatan Latihan

Kondisi berbeda justru terlihat di kompetisi kasta kedua, Championship, di mana sejumlah pemain muda berhasil mengamankan posisi reguler di tim utama. Pemain seperti Zahaby Gholy bersama Adhyaksa FC Bekasi dan Fabio Azka di Semen Padang sukses mendapatkan menit bertanding yang kompetitif. Keberadaan jam terbang reguler tersebut dinilai sangat membantu menjaga ketajaman naluri bertanding para pemain.

“Tetapi saya bersyukur juga, di Championship rata-rata mereka sudah bermain. Kayak Gholy, Fabio, juga mendapatkan kesempatan. Dan itu pastinya sangat bagus ya pemain U-20 sekarang bisa mendapatkan jam terbang di sana,” ungkap Nova. Juru taktik lokal tersebut mengapresiasi keberanian klub-klub Championship yang konsisten memberikan panggung bagi talenta muda tanah air.

Rangkaian agenda pemusatan latihan Skuat Garuda Nusantara sendiri hanya bisa dilaksanakan dalam durasi short sesuai dengan kalender resmi FIFA Matchday. Tim pelatih baru berencana menggelar pemusatan latihan jangka panjang pada Februari 2027 mendatang sebelum bertolak menuju China. Kesiapan taktik serta fisik yang matang di tingkat klub menjadi fondasi vital demi mewujudkan target besar merebut tiket menuju Piala Dunia U-20 2027.

Sumber: BolaSport

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *