
Nismedia.id - Punggawa Timnas Indonesia, Justin Hubner, tampil mengesankan saat membawa Fortuna Sittard lolos ke babak selanjutnya pada ajang KNVB Cup 2026-2027. Bertanding di Stadion Het Kasteel pada Kamis (29/10/2026) dini hari WIB, Fortuna Sittard sukses menumbangkan tuan rumah Sparta Rotterdam lewat adu penalti setelah bermain imbang 2-2.
Dua gol Sparta Rotterdam diborong oleh penyerang Sparta Rotterdam, Milan Zonneveld, pada menit ke-15 dan 90. Sementara itu, Fortuna Sittard sempat membalikkan kedudukan melalui gol Kristoffer Peterson pada menit ke-62 serta Ragnar Zeefuik lima menit berselang. Kemenangan dramatis ini memastikan langkah klub untuk terus berjuang maksimal di kompetisi domestik.
Jalannya Pertandingan dan Drama Babak Tos-Tosan
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal dengan tuan rumah Sparta Rotterdam langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan intensif tuan rumah membuahkan hasil ketika Zonneveld berhasil menggetarkan jala gawang lawan pada pertengahan babak pertama. Fortuna Sittard yang tertinggal terus berupaya membangun serangan untuk mengejar ketertinggalan.
Memasuki babak kedua, tim tamu bangkit dan mendominasi penguasaan bola di lini tengah. Gol penyama kedudukan akhirnya tercipta lewat sepakan terukur Peterson sebelum Zeefuik membawa timnya berbalik unggul. Namun, kemenangan di depan mata harus sirna setelah Zonneveld mencetak gol keduanya pada menit akhir laga.
Laga seru tersebut akhirnya harus ditentukan melalui babak tos-tosan setelah tidak ada gol tambahan hingga babak perpanjangan waktu berakhir. Tiga algojo Fortuna Sittard berhasil menjalankan tugas dengan sempurna, sedangkan tiga penendang Sparta Rotterdam gagal mengonversi peluang. Fortuna Sittard pun mengunci kemenangan dramatis usai hanya gagal pada dua kesempatan penalti.
Peran Vital Justin Hubner dan Statistik Pertandingan
Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, dipercaya tampil penuh selama 120 menit oleh pelatih Fortuna Sittard, Danny Buijs. Dimainkan pada posisi bek kiri dalam skema tiga pemain belakang, pemain muda tersebut menunjukkan ketenangan luar biasa saat maju sebagai penendang penalti. Sepakan mendatar dinginnya ke pojok kanan gawang menjadi penentu krusial kelolosan tim.
Berdasarkan data statistik Fotmob, ketangguhan penggawa Merah Putih ini terlihat dari akurasi umpan yang mencapai 86 persen dari 59 kali percobaan. Selain mencatatkan 73 kali sentuhan bola, mantan pemain akademi Wolverhampton Wanderers itu juga melepaskan tujuh umpan panjang akurat serta kreasi satu peluang emas.
Lini pertahanan Fortuna Sittard terorganisasi dengan baik berkat enam aksi bertahan yang dilancarkan pemain berusia 23 tahun tersebut. Ia menorehkan empat kali sapuan dan dua intersep penting untuk memutus alur serangan lawan sepanjang laga. Meski diganjar kartu kuning akibat pelanggaran keras, penampilan solidnya diganjar rating 6,8.
Kondisi Cedera Ole Romeny dan Ancaman Absen
Di sisi lain, penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, harus absen dan tidak berada di bangku cadangan pada pertandingan ini. Pemain depan Fortuna Sittard tersebut mengalami cedera pergelangan kaki yang kambuh usai tampil menghadapi Excelsior pada pekan sebelumnya. Masalah fisik ini membuat tim pelatih tidak ingin mengambil risiko untuk memainkannya.
Melalui akun media sosial pribadinya, Romeny mengonfirmasi bahwa cedera pergelangan kaki yang dideritanya cukup parah. Masalah cedera tersebut diduga bermula saat ia membela skuad Garuda pada turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 lalu.
“Sayangnya, cedera pergelangan kaki saya lebih parah dari yang terlihat awalnya. Saya akan melakukan apa saja untuk segera kembali. Tetap tegakkan kepala,” ujar Romeny dalam unggahan di Instagram story miliknya.
Situasi ini membuat juru gedor berusia 26 tahun tersebut terancam absen membela skuad Merah Putih pada agenda FIFA Matchday mendatang. Proses pemulihan intensif terus dilakukan agar sang pemain bisa segera kembali beraksi di atas lapangan.
Sumber: Kompas






