
Nismedia.id - Laga sengit bertajuk Derby della Madonnina akan menjadi sajian utama pada pekan ke-10 Serie A 2026-2027. Pertandingan yang mempertemukan dua klub raksasa Italia ini bakal menyajikan deretan fakta menarik AC Milan vs Inter Milan sebelum kick-off dimulai di Stadion San Siro pada Minggu (1/11/2026) pukul 02.45 WIB. Kedua tim sama-sama mengusung misi meraih poin penuh demi memperbaiki posisi di papan atas klasemen sementara.
Inter Milan sejauh ini mengantongi catatan rekor kemenangan dan produktivitas gol yang lebih dominan dalam sejarah perjumpaan kedua tim di ajang domestik. Namun, AC Milan membawa modal positif berkat keberhasilan mereka mengamankan kemenangan pada dua duel terakhir di ajang liga. Persaingan ketat di papan atas dipastikan membuat jalannya laga berlangsung sangat intensif sejak menit pertama.
Fakta Menarik Dari Rekor Pertemuan Hingga Gol
AC Milan mencatatkan rekor impresif dengan memenangi tiga dari empat perjumpaan terakhir melawan Inter Milan di ajang Serie A, ditambah satu hasil imbang. Jumlah kemenangan tersebut secara mengejutkan menyamai torehan mereka dalam 16 pertemuan sebelumnya yang hanya menghasilkan empat kemenangan, empat imbang, dan sembilan kekalahan. Skuad Rossoneri kini berpeluang mencatat tiga kemenangan beruntun atas rival sekotanya untuk pertama kali sejak era kepelatihan Carlo Ancelotti pada rentang 2002 hingga 2004.
Di sisi lain, Inter Milan tetap memegang rekor dominasi sejarah karena AC Milan merupakan tim yang paling sering mereka kalahkan sekaligus dibobol di kompetisi kasta tertinggi Italia. Nerazzurri sejauh ini telah membukukan 70 kemenangan dan melesakkan 260 gol ke gawang rival sekotanya. Namun, lini pertahanan Inter Milan juga telah kebobolan sebanyak 236 gol dalam riwayat bentrokan melawan AC Milan.
Catatan gol kedua tim di panggung Serie A kini telah menyentuh angka 496 gol dan berpeluang menjadi duel ketiga dalam sejarah kompetisi yang mampu menembus angka 500 gol. Sementara itu, performa perolehan poin AC Milan terbilang belum mengalami peningkatan berarti setelah hanya mengemas 18 poin dari sembilan laga awal, persis sama dengan pencapaian mereka musim lalu. Dalam enam musim terakhir, AC Milan biasanya mampu mengumpulkan minimal 21 poin setelah 10 pertandingan, kecuali pada musim 2024-2025 ketika mereka tersendat dengan 17 poin.
Catatan Rekor Kandang Dan Konsistensi Lini Serang Kedua Tim
AC Milan mulai kehilangan konsistensi permainan saat tampil di hadapan pendukung sendiri di Stadion San Siro. Mereka menelan empat kekalahan dalam delapan pertandingan kandang terakhir di ajang Serie A, dengan statistik tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Jumlah kekalahan tersebut sama banyaknya dengan total hasil buruk yang diterima Rossoneri dalam 29 laga kandang sebelumnya.
Lini belakang tim tuan rumah juga memperlihatkan tren penurunan kualitas setelah kebobolan enam gol dalam dua pertandingan kandang terakhir. Catatan kemasukan tersebut bahkan lebih buruk satu gol jika dibandingkan dengan akumulasi kebobolan mereka dalam lima laga kandang terdahulu. Kondisi ini menjadi ancaman serius mengingat sang calon lawan memiliki ketajaman lini depan yang sangat stabil.
Inter Milan datang membawa modal mentereng setelah selalu berhasil mencetak gol dalam 19 pertandingan Serie A secara beruntun, yang menjadi rekor terpanjang di kompetisi saat ini. Momen terakhir kali Nerazzurri gagal menyarangkan gol terjadi saat berhadapan dengan AC Milan pada 8 Maret 2026 lalu. Selain itu, Inter Milan juga tercatat selalu mengemas minimal dua gol dalam 16 laga away sejak musim lalu, sebuah rekor tandang luar biasa di Eropa yang hanya sanggup dilampaui oleh Bayern Muenchen dengan 18 laga.
Potensi Rekor Pemain Muda Dan Catatan Mantan Pemain
Pertarungan sengit di barisan depan akan melibatkan deretan penyerang subur karena kedua tim sama-sama memiliki dua pemain yang sudah mencetak minimal empat gol musim ini. Inter Milan mengandalkan kombinasi Marcus Thuram dan Lautaro Martinez untuk membongkar pertahanan lawan. Sementara itu, AC Milan menggantungkan harapan pada performa Adrien Rabiot serta gelandang muda Alphadjo Cisse.
Sorotan laga juga tertuju pada gelandang Inter Milan, Hakan Calhanoglu, yang pernah membela AC Milan sebanyak 135 kali di Serie A pada rentang 2017 hingga 2021 dengan sumbangan 22 gol dan 31 assist. Pemain asal Turki tersebut tercatat belum memberikan kontribusi gol maupun assist dalam empat laga terakhirnya melawan sang mantan klub. Padahal, Calhanoglu sempat tampil sangat impresif dengan terlibat dalam empat gol pada lima duel pertamanya melawan Rossoneri lewat eksekusi dua penalti dan dua assist.
Laga derby ini turut menjadi panggung pembuktian bagi dua pilar muda berpotensi dari masing-masing kubu. Penyerang muda AC Milan, Alphadjo Cisse, berpeluang menjadi pemain termuda ketujuh dalam sejarah klub yang mampu mencetak lima gol di Serie A jika sanggup membobol gawang lawan pada usia 20 tahun sembilan hari, mengekor jejak Alexandre Pato dan Stephan El Shaarawy di era tiga poin. Sementara di kubu lawan, Francesco Pio Esposito berambisi mengukir rekor sebagai pencetak gol asal Italia termuda milik Inter Milan dalam sejarah Derby della Madonnina di ajang liga pada era tiga poin.
Sumber: Sempre Milan






