
Nismedia.id - Masa depan bek kiri Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, bersama Persija Jakarta kini berada dalam ketidakpastian tinggi setelah belum pernah diturunkan pada musim 2026-2027. Pemain berusia 28 tahun tersebut terus terpinggirkan dari skuad utama Macan Kemayoran sejak kendali kepelatihan dipegang oleh pelatih Shin Tae-yong. Situasi minim menit bermain ini memicu spekulasi bahwa sang pemain perlu segera mencari jalan keluar pada bursa transfer mendatang.
Keputusan bergabung dengan klub ibu kota pada awal tahun lalu awalnya diharapkan mampu menjaga konsistensi performa sang pemain bertahan di level tertinggi. Namun, persaingan ketat di posisi bek kiri membuat penggawa Merah Putih itu kesulitan menembus susunan pemain utama. Kondisi ini berbanding terbalik dengan pengalamannya saat masih membela klub luar negeri sebelum memutuskan kembali ke tanah air.
Minim Menit Bermain dan Persaingan Posisi Bek Kiri Shayne Pattynama
Perjalanan karier Pattynama bersama Macan Kemayoran memang tidak berjalan mulus sejak awal kedatangannya dari klub Thailand, Buriram United. Pada paruh kedua musim lalu di bawah asuhan pelatih Persija Jakarta sebelumnya, Mauricio Souza, mantan produk akademi FC Utrecht ini hanya mencatatkan 10 penampilan dan sekadar sekali tampil sebagai starter. Munculnya performa gemilang pemain muda Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas, menjadi salah satu faktor utama yang membuat posisi Pattynama kian terdesak.
Memasuki musim kompetisi baru 2026-2027, peruntungan sang pemain bertahan justru semakin memburuk di bawah arahan Shin. Meskipun sempat tampil dalam empat pertandingan bersama skuad Merah Putih pada ajang ASEAN Championship 2026 dengan kondisi fisik yang prima, namanya tak pernah masuk dalam daftar susunan pemain di kompetisi Super League. Hingga delapan pekan awal liga berjalan, pemain yang sempat pulkam ke Indonesia tersebut terpaksa hanya menonton laga dari tribun penonton.
Harapan sempat membumbung tinggi saat Macan Kemayoran melakoni laga tandang pada ajang League Cup 2026-2027 melawan PSMS Medan pada Selasa (3/11/2026). Nama Pattynama memang dimasukkan ke dalam daftar pemain cadangan yang diboyong ke markas lawan oleh tim pelatih. Namun, hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, ia kembali tidak mendapatkan kesempatan merambah rumput hijau.
Alasan Taktikal Shin Tae-yong dan Peluang Pindah Klub
Kebijakan meminggirkan pilar timnas tersebut bukan tanpa alasan teknis dari sudut pandang strategi kepelatihan. Shin secara terbuka menegaskan bahwa penentuan komposisi pemain di lapangan murni didasarkan pada kebutuhan skema tim yang diusungnya. Kedalaman skuad yang memadai membuat jajaran pelatih lebih memilih pemain yang dinilai paling siap memberikan performa optimal.
Juru taktik asal Korea Selatan tersebut membeberkan pertimbangan teknis di balik keputusannya yang belum memberikan menit bermain bagi Pattynama. “Untuk Shayne belum dimainkan karena memang faktor kebutuhan taktikal tim,” kata Shin dalam sesi jumpa pers. “Banyak pemain juga sudah menampilkan permainan terbaik mereka di susunan pemain saat ini. Saya rasa itu saja, saya tidak bisa berkomentar lebih jauh lagi,” lanjutnya menambahkan.
Situasi pelik ini memberi sinyal kuat bagi pemain berusia 28 tahun itu untuk segera mengambil keputusan tegas terkait masa depannya. Keputusan untuk move on pada pembukaan bursa transfer Januari mendatang menjadi langkah paling realistis demi mengamankan menit bermain reguler. Sebagai salah satu talenta skuad Merah Putih yang kaya pengalaman internasional, Pattynama diprediksi tidak akan kesulitan memikat klub baru yang siap memberinya peran utama di lapangan hijau.
Sumber: BolaSport






