Drama 12 Pemain Warnai Hasil Imbang Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya

Drama 12 Pemain Warnai Hasil Imbang Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya
Duel sengit yang terjadi di Stadion Sumpah Pemuda Lampung. Sumber Gambar: instagram/officialpersebaya
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pertandingan pekan ke-14 BRI Super League 2025/2026 yang mempertemukan Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Jumat (28/11/2025), berakhir dengan drama tingkat tinggi. Pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 1-1 ini tidak hanya menyajikan jual beli serangan yang intens, tetapi juga diwarnai peristiwa unik ketika tuan rumah sempat bermain dengan 12 orang di lapangan, serta gol penyeimbang yang tercipta tepat di detik-detik terakhir pertandingan.

Dominasi Awal dan Ketangguhan Ernando Ari

Mengacu pada catatan statistik jalannya pertandingan yang dirilis CNN Indonesia, Bhayangkara FC langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal. Laga baru berjalan dua menit, Dendi Sulistyawan sudah memberikan ancaman serius lewat tendangan voli, meskipun bola masih melambung di atas mistar. Tekanan The Guardians berlanjut di menit ke-12 dan ke-44 melalui tembakan Fareed Sadat.

Namun, sorotan utama di babak pertama tertuju pada kiper Persebaya, Ernando Ari Sutaryadi. Penjaga gawang timnas ini tampil cemerlang dengan mementahkan tembakan keras Fareed Sadat dan menjaga gawangnya tetap perawan hingga turun minum. Di sisi lain, Persebaya sempat membalas lewat Gali Freitas di menit ke-51 dan Bruno Moreira di awal babak kedua, namun akurasi masih menjadi kendala bagi Bajul Ijo.

Insiden Langka: 12 Pemain di Lapangan

Momen paling unik dan kontroversial terjadi di pertengahan babak kedua. Melansir laporan detail dari Demak Bicara, pertandingan sempat terhenti secara mendadak pada menit ke-66. Wasit pemimpin laga menemukan kejanggalan di kubu tuan rumah yang ternyata memiliki 12 pemain di dalam lapangan hijau secara bersamaan.

Insiden ini bermula dari kesalahan administrasi pergantian pemain. Pemain Bhayangkara FC, Christian Ilic, yang seharusnya sudah ditarik keluar pada menit ke-65, ternyata masih berada di lapangan ketika pemain penggantinya sudah masuk. Akibat kelalaian ini, laga harus “dibekukan” selama kurang lebih empat menit untuk menertibkan jumlah pemain sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.

Drama Gol Bunuh Diri dan Balasan Menit Akhir

Setelah insiden tersebut mereda, drama sesungguhnya baru dimulai pada sepuluh menit terakhir. Meski Ernando Ari terus tampil gemilang dengan menepis berbagai peluang termasuk sundulan berbahaya Nehar Sadiki, gawang Bhayangkara FC justru bobol lebih dulu pada menit ke-82. Berawal dari umpan terobosan Milos Raickovic, Catur Pamungkas melakukan sontekan cerdik yang melewati kiper Aqil Savik. Bola yang bergulir liar coba disapu oleh bek Putu Gede, namun naas, sapuan tersebut justru memantul mengenai tubuh Aqil Savik dan masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut mengubah skor menjadi 0-1 untuk keunggulan tim tamu.

Ketinggalan satu gol membuat Bhayangkara FC tampil habis-habisan di sisa waktu. Usaha keras tuan rumah akhirnya membuahkan hasil manis di masa injury time. Tepat pada menit ke-90+8, Dendi Sulistyawan muncul sebagai penyelamat wajah The Guardians. Melalui skema serangan terakhir, Dendi berhasil memenangkan duel udara dan melepaskan sundulan akurat yang gagal dihalau pertahanan Bajul Ijo. Gol tersebut sekaligus menutup jalannya pertandingan yang penuh warna ini dengan skor sama kuat 1-1, memaksa kedua tim harus puas berbagi satu poin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *