Prediksi Timur Kapadze: Skuad Muda Timnas Indonesia Punya Modal Besar Lolos Piala Dunia 2030

Redaksi NIS Media

2 Desember 2025

3
menit
Prediksi Timur Kapadze Skuad Muda Timnas Indonesia Punya Modal Besar Lolos Piala Dunia 2030
Mantan pelatih Timnas Uzbekistan waktu kunjungan kerja ke Indonesia. Sumber Gambar: tvonenews.com
Promo Siap Allegiant

Asa Timnas Indonesia untuk tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia belum padam. Meski baru saja menelan pil pahit kegagalan menembus Piala Dunia 2026 di bawah asuhan Patrick Kluivert, optimisme justru datang dari sosok yang pernah menjadi rival berat Garuda, Timur Kapadze.

Mantan pelatih Timnas Uzbekistan yang sukses membawa negaranya lolos ke Piala Dunia 2026 ini menilai Indonesia memiliki modal yang sangat menjanjikan. Menurutnya, dengan mayoritas pemain yang masih berusia muda, Skuad Garuda memiliki landasan kokoh untuk mewujudkan mimpi tersebut pada edisi Piala Dunia 2030.

Pondasi Emas Skuad Garuda

Kapadze menyoroti bahwa komposisi pemain Indonesia saat ini adalah aset jangka panjang. Dilansir dari Bola.com yang mengutip program Ordal di kanal Garuda TV, pelatih berusia 44 tahun itu menekankan pentingnya persiapan matang dalam siklus tiga hingga empat tahun ke depan.

“Jadi, analisisnya memang harus dalam. Karena, ada faktor emosi dan usia juga. Hal ini karena rata-rata usia pemain Timnas Indonesia agak muda,” ujar Kapadze.

Ia meyakini, jika para pemain muda ini terus ditempa dengan sistem yang tepat dan pelatih yang mampu menghadirkan peningkatan performa (improvement), hasil manis akan dipetik pada kualifikasi berikutnya. Waktu persiapan menuju 2030 dianggap cukup ideal untuk mematangkan mentalitas Rizky Ridho dan kawan-kawan.

Teror Pemain Ke-12 Indonesia

Keyakinan Kapadze bukan tanpa dasar. Ia pernah merasakan langsung betapa sulitnya menghadapi Indonesia, tepatnya saat semifinal Piala Asia U-23 2024 di Qatar. Kala itu, skuad asuhannya harus berhadapan dengan Garuda Muda era Shin Tae-yong yang diperkuat nama-nama seperti Ivar Jenner, Justin Hubner, Marselino Ferdinan, hingga Rafael Struick.

Meski saat itu Uzbekistan menang 2-0, Kapadze mengakui timnya berada di bawah tekanan luar biasa. Mengutip pengakuannya di Garuda TV, ia menyebut atmosfer pertandingan saat itu sangat mengintimidasi karena dominasi suporter Indonesia.

“Saya ingat betul, waktu itu kami Uzbekistan sebelas pemain bertanding melawan 12 pemain Indonesia. Karena 80 persen stadion saat itu adalah fans (Indonesia). Jadi begitu kuat. Tekanannya begitu tinggi,” kenang Kapadze.

Mentalitas Tamu di Tempat Netral

Lebih lanjut, Kapadze menggambarkan situasi saat itu seolah-olah timnya bermain tandang, padahal laga digelar di tempat netral. Tekanan dari suporter Indonesia membuat tim berjuluk The White Wolves itu harus bekerja ekstra keras untuk menjaga fokus.

“Kami seperti tim tamu yang bermain di kandangnya Indonesia. Rasanya memang gugup juga karena tekanannya di Uzbekistan juga tinggi,” imbuhnya.

Kemenangan atas Indonesia saat itu menjadi titik balik yang melegakan bagi Uzbekistan, karena beban untuk lolos ke Olimpiade Paris 2024 akhirnya terpenuhi. Kini, dengan pengalaman tersebut, Kapadze melihat generasi pemain Indonesia yang sama memiliki potensi besar untuk berbicara banyak di kualifikasi Piala Dunia edisi mendatang, asalkan dikelola dengan strategi yang tepat.

Tinggalkan komentar

Berita Terkait