
Nismedia.id - Tim Garuda Muda masih diselimuti kekecewaan atas kekalahannya dari Filipina pada laga pertamanya di SEA Games Thailand 2025. Pengamat sepak bola, Kesit Budi Handoyo, turut mengomentari skor akhir 1-0 yang diraih Indonesia tersebut.
Pertandingan semalam memang menuai banyak kritikan. Kesit menilai, kekalahan tim asuhan Indra Sjafri disebabkan oleh kurangnya persiapan. Kini, harapan terakhir Indonesia untuk lolos hanyalah dengan menyapu bersih kemenangan di laga sisa melawan Myanmar.
“Penampilan mereka tak memperlihatkan kesiapan,” pungkas ketua Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi DKI Jakarta periode 2024/2029.
Selain para pengamat sepakbola, bahkan media Vietnam ikut terheran-heran karena Filipina bisa mengalahkan Indonesia pada ajang SEA Games 2025. Meningat tahun-tahun sebelumnya Timnas Indonesia merupakan juara bertahan. Bahkan dalam line up semalam ada beberapa pemain asing yang tergabung dalam timnas senior namun tetap tidak bisa mendominasi permainan.
Dikutip Nismedia.id dari Instagram @TimnasIndonesia, sejak menit-menit awal babak pertama pemain dari Indonesia mencoba untuk mendominasi permainan. Sayangnya mereka gagal merubah situasi menjadi keunggulan mulai dari tembakan jarak jauh Muhammad Ferrari, sundulan Kadek Arel, hingga dua percobaan Rivaldo Pakpahan berakhir di tangan kiper Filipina.
Sementra Filipina mengubah situasi menjadi keunggulan saat Indonesia sedang mengepung dengan melakukan lemparan jarak jauh yang diselesaikan tandukan Otu Abang Banatao pada masa tambahan babak pertama.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta Periode 2024/2029 itu menyoroti permainan Filipina yang tenang dan disiplin. Skema ini bahkan lebih jelas daripada skema Indonesia yang terkesan terburu-buru.
“Filipina bukan lawan istimewa, tapi mereka bisa tampil lebih tenang, disiplin, dan punya semangat tinggi dengan pertahanan solid. Mereka juga tau bagaimana menghentikan peluang Indonesia,” jelasnya.
Pada babak kedua, Timnas Indonesia U-22 mencoba bangkit dengan memainkan Rahmat Arjuna yang bisa memberi warna baru dengan penetrasi cepat dari sayap. Ivar Jenner sempat mencoba menggedor pertahanan Filipina dengan tembakan jarak jauh.
Rafael Struick jadi pemain yang dinilai melewatkan peluang emas. Mengingat, dirinya mendapatkan dua peluang yang tidak bisa mencapai target. Selain Rafael Struick, Mauro Zijlstra dinilai performanya melempem pada pertandingan semalam karena sering terlihat terisolasi yang jadi penghambat bola dari lini tengah ke lini depan.
Bahkan Mauro Zijlstra sering terlihat salah duel fisik dengan bek Filipina. Pemain 21 tahun itu sering kehilangan penguasaan bola dan gagal menjadi tembok yang baik untuk menahan bola dari progresi serangan tim.
Kekalahan ini membuat jalan Timnas U-22 menjadi sangat terjal karena Indonesia hanya bisa berharap lolos via jalur runner up terbaik. Berbeda dengan Filipina yang telah mengamankan dua kemenangan dan dipastikan akan mendapatkan tempat di semifinal sebagai juara Grup C.






