
Nismedia.id - Menjelang pemilihan umum klub pada pertengahan Maret 2026, persaingan antar kandidat calon presiden Barcelona semakin memanas. Jika kebanyakan kandidat menggunakan pesona Lionel Messi untuk menarik simpati publik, Xavi Vilajoana justru mengambil langkah kampanye yang sama sekali berbeda. Sang penantang petahana tersebut secara terang-terangan berjanji akan mendatangkan penyerang mematikan asal Inggris, Harry Kane.
Keputusan sang calon presiden Barcelona tersebut menjadi manuver tak terduga yang harus dihadapi oleh Joan Laporta demi mempertahankan posisinya. Janji untuk merekrut mesin gol utama Bayern Muenchen itu dinilai sebagai langkah strategis untuk meremajakan lini serang klub. Rencana ini sekaligus mempertegas ambisi Vilajoana untuk membangun skuad yang kompetitif tanpa melupakan akar tradisi klub.
Prioritaskan Akademi La Masia Dan Talenta Asing
Meskipun menjanjikan nama besar, Vilajoana menegaskan bahwa pengembangan pemain muda tetap menjadi visi utamanya. Dikutip nismedia.id dari Bolasport.com, ia selalu menekankan pentingnya memberikan sumber daya maksimal bagi akademi sebelum mencari pemain ke luar negeri. Hanya ketika klub kekurangan talenta internal yang sepadan, barulah mereka akan bergerak di pasar transfer untuk menarik pemain sekelas Kane yang dinilai berorientasi pada permainan tim.
Performa mantan striker andalan timnas Inggris tersebut memang sangat mengesankan sejak bergabung dengan raksasa Jerman pada 2023. Selama merumput di kompetisi Bundesliga, ia sukses menyabet gelar top scorer secara beruntun berkat torehan ratusan golnya di berbagai ajang. Ketajamannya terbukti sukses mengantarkan timnya menjuarai liga domestik, sehingga kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.
Masa Depan Robert Lewandowski Semakin Diragukan
Di sisi lain, wacana kedatangan penyerang baru ini memunculkan tanda tanya besar mengenai nasib Robert Lewandowski. Kontrak penyerang veteran asal Polandia tersebut di Barcelona diketahui akan segera kedaluwarsa pada akhir Juni 2026 mendatang. Dengan usianya yang sudah menginjak 37 tahun, manajemen dikabarkan mulai ragu untuk memberikan perpanjangan masa bakti kepadanya sebagai ujung tombak utama.
Jika pada akhirnya harus angkat koper dari Spanyol, sejumlah klub top dikabarkan siap menampung jasa sang pemain. Rival domestik seperti Atletico Madrid hingga raksasa Italia AC Milan terus memantau situasi bursa transfer ini. Selain itu, tawaran menggiurkan dari beberapa klub MLS serta tim dari Arab Saudi juga diyakini bisa menjadi pelabuhan baru di penghujung kariernya.






