
Nismedia.id - Pemain sepak bola berdarah Medan, Juwensley Onstein kini berada di ambang langkah menuju klub besar Spanyol, FC Barcelona. Informasi terkini menyatakan bahwa proses perpindahan pemain muda berbakat itu telah memasuki tahap akhir dan dipastikan gagal merapat ke AC Milan.
Klub asuhan Hansi Flick tersebut menunjukkan komitmen kuat untuk menyandangkan nama pemain berdarah Indonesia yang berkewarganegaraan Belanda-Suriname itu di skuad Barca. Juwensley Onstein ini berposisi sebagai bek tengah Jong Genk.
Karier sepak bola Juwensley Onstein semakin menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Pemain yang mulai karirnya dari akademi sepak bola ESA Arnhem Youth musim 2018-2019. Potensi yang dimilikinya dalam menguasai bola dan membaca permainan membuatnya menjadi sorotan khusus bagi para scout internasional.
Juwensley Onstein sempat bergabung ke Vitesse Youth pada musim 2019-2020. Kemudian ke Ajax Youth pada musim 2023-2024 dengan biaya transfer Rp243,3 juta seperti dikutip Nismedia.id dari laman transfermarkt.co.id. Sosoknya sempat menganggur sebentar sebelum bergabung ke Jong Genk pada musim yang sama.
Sebelum Barcelona mengajukan penawaran yang serius, Milan Future sempat dikabarkan memiliki minat besar pada Juwensley Onstein. Rencana kerja sama antara pemain dan Milan Future telah mencapai tahap negosiasi mendalam. Kedua belah pihak bahkan telah membahas poin-poin penting terkait kontrak dan program pengembangan karir.
Sayangnya, proses perjanjian dengan Milan Future harus terhenti di tengah jalan. Beberapa sumber menyebut bahwa upaya untuk membawa Juwensley Onstein ke Milan Future gagal total. Penyebab utama kegagalan tersebut adalah karena adanya aksi sabotase yang dilakukan oleh pihak Barcelona.
Langkah sabotase yang dilakukan FC Barcelona dilakukan dengan cara yang sistematis. Klub dari Catalonia itu mengajukan penawaran finansial yang jauh lebih menarik bagi pihak pemain dan agen. Selain itu, mereka juga menawarkan program pengembangan karir yang lebih komprehensif dan kesempatan bermain di level kompetisi yang lebih tinggi.
Pihak manajemen Milan Future telah mengakui adanya gangguan dari klub lain dalam proses negosiasi mereka. Pihaknya menyatakan bahwa Barcelona secara tidak langsung menghubungi pihak pemain tanpa melalui saluran resmi. Aksi tersebut dinilai telah melanggar etika bisnis sepak bola internasional.
Meskipun terjadi masalah dalam proses negosiasi dengan Milan Future, pihak keluarga Juwensley Onstein tetap menjaga sikap profesional. Mereka menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai masa depan karir pemain akan didasarkan pada kepentingan pengembangan karirnya. Keluarga juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak yang dapat memberikan kesempatan terbaik bagi Juwensley.
Pihak manajemen Barcelona telah memberikan konfirmasi awal terkait minat mereka pada Juwensley Onstein. Mereka mengakui bahwa pemain muda berdarah Medan tersebut memiliki potensi untuk menjadi pemain kelas dunia. Klub tersebut siap memberikan semua dukungan yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh Juwensley.
Komunitas sepak bola Indonesia khususnya di Medan merespons kabar ini dengan antusias. Mereka melihat keberhasilan Juwensley Onstein sebagai bukti bahwa sepak bola Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah internasional. Banyak pihak yang berharap bahwa keberadaan Juwensley di Barcelona dapat menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia lainnya.






