Akmal Marhali Soroti Keputusan John Herdman Bawa Anaknya Bermain Di Liga Indonesia

Akmal Marhali Soroti Keputusan John Herdman Bawa Anaknya Bermain Di Liga Indonesia
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pengamat sepak bola, Akmal Marhali memberikan tanggapan terkait langkah Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman bawa anaknya bermain di Liga Indonesia bersama klub Bali United. Langkah ini dinilai bukan sekadar kepindahan karier biasa, melainkan bukti komitmen total sang pelatih beserta keluarganya dalam mendukung perkembangan olahraga Merah Putih.

Putra tertua sang pelatih, Jay Herdman telah mencatatkan debut resminya saat memperkuat Bali United kontra Persib Bandung. Pemain muda yang berposisi di lini serang tersebut mendapatkan kesempatan tampil selama sebelas menit pada turnamen pramusim Dewata Challenge Series 2026.

Dampak Keputusan John Herdman Bawa Anaknya Bermain Di Liga Indonesia

Kehadiran pemain berusia 22 tahun tersebut memperlihatkan bahwa sang pelatih tidak memisahkan pekerjaan profesional dengan kehidupan pribadinya. Sebagaimana dikutip nismedia.id dari Kompas.com, Akmal menilai keputusan ini menempatkan sang anak pada tekanan, kritik, serta tuntutan tinggi yang ada dalam kompetisi sepak bola nasional.

“Dari kacamata psikologis, John tengah memperlihatkan bahwa tak hanya dirinya yang berkomitmen untuk Indonesia tapi keluarga yang juga dipindahkan ke Indonesia, bahkan sekarang anaknya disuruh bermain di Liga Indonesia,” ujar Akmal.

Sebelum melanjutkan karier di tanah air, pemain kelahiran Selandia Baru ini telah mengantongi pengalaman bertanding di ranah internasional. Pengalaman tersebut mencakup penampilan di kompetisi MLS NEXT Pro, Canadian Premier League, serta membela klub Vancouver Whitecaps dan Cavalry FC.

Risiko Psikologis Dan Komitmen Pelatih Merah Putih

Langkah berani ini juga membawa risiko psikologis tersendiri karena karier sang anak kini berada di dalam ekosistem yang sama dengan sang ayah. Apabila proyek pembinaan yang sedang dijalankan mengalami kegagalan, sang putra secara tidak langsung juga akan merasakan dampak negatifnya.

“Artinya, jika proyeknya hancur, anaknya ikut merasakan hancurnya. Ini sinyal jaminan komitmen tertinggi diberikan oleh John bagi sepak bola Indonesia,” tegas Akmal.

Menanggapi sorotan publik, sang pelatih menegaskan sama sekali tidak merasa khawatir dengan keputusan yang diambil oleh putranya. Ia mengaku percaya penuh pada proses yang sedang dijalankan dan siap menghadapi segala tantangan sepak bola nasional secara bersama-sama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *